Showing posts with label feelings. Show all posts
Showing posts with label feelings. Show all posts

Friday, November 29, 2013

weekend, finally!


that's my kind of days lately due to block exams. honestly, this block was exhausted. not-so-good grades but it thought i deserved it. i mean, look, i didnt study as hard as the previous block due to horrible time management i had, i wasnt ready for that much of works. well.....

but anyway, i thought a lot about myself, also, lately. i had a one disastrous moment few weeks ago. i've had lost my faith on certain things, certain people, and that disastrous moment crashed it one more time. i almost had nothing left. well i have a detachment theory of myself. i was bullied by my own bestfriends since i was in elementary school. it's not that i am now not being friends with them. but really, i cant just forget that. i lost my faith on myself. im insecure about almost anything. and i hardly trust people now.


and now, every time i get hurt, i wouldn't let that person do it further, so i detach with that person. even for any kind of small mistake. i realized that the reason i got hurt was because i was too attached with that person. so i decided to put a space, one step, two step, three step, and further to prevent any major wound in the future. i thought it was a right thing to do, to give up on other easily, until i realized something...
that maybe i also hurt someone else before, a small, unintended one, but really really hurt that person, and that person decided to forgive me and forget about it instead. unlike me that hard to forgive, even forget a tiny little mistake that others had done to me, without them knowing what they've done wrong.

i know this isnt right. but i can do nothing. i dont know how to restore the faith. i just dont know.
im sorry.

and since my days off had begun, welcome to pretty, healthy, nice, free, relaxing days ahead!




Saturday, July 27, 2013

plateau state of happiness-or-not

i used to cry once in about 3 months (less or more) until dawn. i used to be extremely sad about something once in a while. im so much grateful i dont have to get through that thing anymore. but still, sometimes the absence of happiness makes the sadness slips in. well, we should be grateful and happy about simple things. while im only a beginner learner of that, let's learn to be happier each day :)

goodnight!

Sunday, November 11, 2012

coffee talk

Pinned Image

another coffee talk with Sandy.
kira-kira jam 1 siang, waktu kita berdua udah jenuh sama kerjaan masing-masing.
ngomongin semuanya...

ada bling bling merah di bb, aku baca bbm yang baru masuk dan mukaku langsung berubah..
"San.. males banget.. kenapa sih dia.. aku udah males banget."

"kamu tuh kenapa sih nin? dulu suka, dulu biasa aja, sekarang segitunya. emang dia salah apa sih ke kamu?"

"ya nggak salah apa-apa.. tapi ya males aja. tolong dong udah.."

"jahat banget sih.."

"ya gimana, perasaanku nggak enak, males, tiba-tiba jadi panik deg-deg an mual in a negative way."

"kok sampe segitunya tuh kenapa?"

"nggak tau..."

"kenapa ya nin, kamu itu bisa labil banget. inget nggak waktu nunggu sms balesan dari xxx? heboh banget, takut nggak dibales, tau-tau brapa menit kemudian di bales? sekarang ini.. semua mantan-mantanmu nggak ada yang baik-baik. kenapa coba?"

aku diem.. 2 hari yang lalu aku emang baru nyadar, it's like something's wrong with me. aku seheboh itu kalo ada sesuatu.. lalu tiba-tiba beberapa saat kemudian bisa jadi super sedih.. nggak ngerti. waktu itu H-1 tentamen, aku ngerasa hal itu nge ganggu banget, dan baru sadar, ini nggak bener.

" iya ya San, kenapa ya.. hmm aku sih ngerasa pribadiku agak bermasalah sejak aku di bully, ya sebelum di bully juga bermasalah sih.. tapi beda. kalo soal cowo-cowo itu.. apa ya.. mungkin self defense? soalnya waktu putus semuanya bikin aku gnerasa worthless and it's like 'no no more..' sign?"

"hmm... masa sih? itu defense atas apa? kamu pernah diapain emang?"

"nggak diapa-apain, cuma dibikin ngerasa worthless aja dan aku nggak mau ngerasain lagi jadi aku mungkin scr nggak sadar ngelindunginnya gitu.."

"ngelindungin atau ngehindarin?"

"hehehe nggak tau ya.. tapi emang tiba-tiba sama mereka, sama siapapun yang udah-udah, pasti ada perasaan yang nggak nyaman banget. bete tiba-tiba. nggak tau deh.."

lalu kita balik ke kerjaan masing-masing, atau berusaha terlihat seperti itu, karena rasanya otak kita masih mikirin hal yang sama. nggak sampai 5 menit kemudian Sandy nanya,

"kamu tau nggak dulu kenapa kamu dulu di bully?"

"tau kok, cuma ya aneh aja. kalo mereka bener-bener gk suka aku, kenapa mereka gk ninggalin aku sok aku gk ada aja instead malah repot2 bikin hidupku miserable."

dan kita pun terjebak di keheningan masing-masing. aku tau, sandy lagi berusaha keras mengerti, ataupun menganalisis.

"tapi masa iya, abis kamu di bully? sebelumnya emang nggak pernah labil kayak gini? sebelum-belumnya? aku tuh nggak percaya e nin sama semata-mata takdir, pasti ada sesuatu dibelakangnya.."
lalu aku diem lagi.. mikir..

"mm..."

aku pun flashback

"dulu waktu ayahku sekolah di luar, mama emang agak banyak pikiran, jadi lebih galak, aku sering ngambek. tapi ya biasa aja. mulai agak parah waktu selesai kelas aksel. mulai kelas 4 aku bosen belajar, maunya nonton tv, dan hampir tiap hari marahan sama mbakku atau mamaku. aku sampe harus banting pintu, lempar semua barang di meja belajar, sampe akulebih dimarain lagi gara-gara itu. terus, aku ganti jadi ngerusak buku. aku pegang pensil kuat-kuat, terus nyobek-nyobek buku pake pensil itu. hmm..
terus aku suka nulis diary.. waktu kunci gembok diariku ilang, terus aku coba utak atik pake cutter, tanganku kena, aku malah mijitin tanganku biar darahnya tambah keluar.. aku juga sering garukin lengan bawah atau cubitin, biar sakitnya di dada ilang..."

"kok serem sih nin..," aku seneng, sandy bukanya natap aku serem, tapi lebih kearah: kok bisa sih..

"hehehe nggak tau dulu.. dari dulu aku gitu. setelah di bully itu aku juga pasti ngalamin 2 bulan stress banget, ngerasa worthless, sedih tiap hari, dll. itu siklus san, balik lagi.... aku ngga terbiasa ngatur emosi, aku lebih ke mengekspresikannya jadi less destructive. makanya sekarang aku suka nulis, itu bantu aku ekspressin emosi dengan lebih baik.."

"aneh ya nin, dimana-mana itu orang ngatur emosi, kamu malah diatur sama emosi."

"iya, San. aku lagi sadar kok, lagi pengen usaha. doain aja."


sampai rumah, aku browsing. penasaran aja, aku tuh kenapa.. udah lama pengen cari tau, tapi emang baru sempat in the name of tentamen preparation. it was Friday and i browsed all day long and here's the thing i found when i googled about myself:

Borderline personality disorder (BPD) (called emotionally unstable personality disorder, borderline type in the ICD-10) is a personality disorder marked by a prolonged disturbance of personality function, characterized by unusual variability and depth of moods. These moods may secondarily affect cognition and interpersonal relations. 
A pervasive pattern of instability of interpersonal relationships, self-image and affects, as well as marked impulsivity, beginning by early adulthood and present in a variety of contexts, as indicated by five (or more) of the following:

  1. Frantic efforts to avoid real or imagined abandonment. Note: Do not include suicidal or self-injuring behavior covered in Criterion 5
  2. A pattern of unstable and intense interpersonal relationships characterized by alternating between extremes of idealization and devaluation.
  3. Identity disturbance: markedly and persistently unstable self-image or sense of self.
  4. Impulsivity in at least two areas that are potentially self-damaging (e.g., promiscuous sex, excessive spending, eating disorders, binge eating, substance abuse, reckless driving). Note: Do not include suicidal or self-injuring behavior covered in Criterion 5
  5. Recurrent suicidal behavior, gestures, threats or self-injuring behavior such as cutting, interfering with the healing of scars or picking at oneself (excoriation).
  6. Affective instability due to a marked reactivity of mood (e.g., intense episodic dysphoria, irritability or anxiety usually lasting a few hours and only rarely more than a few days).
  7. Chronic feelings of emptiness
  8. Inappropriate anger or difficulty controlling anger (e.g., frequent displays of temper, constant anger, recurrent physical fights).
  9. Transient, stress-related paranoid ideation, delusions or severe dissociative symptoms

yang aku bold adalah yang aku pernah rasain. saya nggak yakin saya diagnosed BPD clinically, tapi saya merasakan hal-hal tersebut, dan memang dari dulu aku udah ngerasa it's not right. aku sekarang jadi penakut karena dulu keberanianku selalu jadi bahan bully, salah mulu... dulu aku juga hobi banget sedih dan ngerasa nggak berharga. labil banget, gampang banget seneng dan sedih. nggak bisa kontrol emosi. dan kalo orang liat aku hiperaktif, bukan apa-apa, tapi emang didalem hatiku itu perasaannya meletup-letup dan perlu dikeluarkan.

aku nggak mau terus-terusan berlindung dibalik excuse i'd been bullied, aku rasa mungkin aku yang terlalu dimanja waktu kecil, gen, dan lingkungan bisa bikin fluktuasi emosiku nggak sehat. mungkin malah kejadian bully itu bantu aku untuk nggak neko-neko. tapi yang aku tau, keadaan emosiku memang belum baik.

sampai beberapa hari yang lalu aku sadar.

aku mungkin udah jarang ngerasain 'chronic feeling of emptiness', tapi aku masih nggak bisa ngatur anger dan  instability due to mood, aku mudah sekali terpengaruh sama 'sentilan' diluar. aku masih tidak terbiasa untuk mengontrol emosiku, aku hanya tau cara mengekspresikan emosiku dengan lebih baik.





kenapa saya sejujur ini bikin tulisan di blog? karena akhirnya saya lega, lega bahwa mungkin saya memang belum baik dalam mengontrol emosi, tapi saya toh akhirnya tau. tau bahwa saya masih butuh memperbaikinya, tau bahwa mungkin aku pernah mengalami disorder tertentu, bahwa aku butuh memperbaiki sesuatu disini.

karena self acceptance itu sebegitu melegakannya.

aku ingin orang lain juga ikut sadar atas keadaan dirinya... apapun itu, sadari, perbaiki.
aku juga lagi berusaha kok, yuk bareng:)

Tuesday, July 31, 2012

Mengukuhkan komitmen


Ini bukan hal yang mudah untuk saya. Sampai saya menuliskan blogpost ini, saya masih belum 100 persen yakin. Ini kah yang terbaik?






Mulai dari awal tahun pertama. Dengan segala excitement saya tentang sekolah kedokteran ini. I was totally focused on study as I was in 3rd year. I've got perfect GPA for few blocks. lalu saya memutuskan untuk menomerduakan akademis,bcs i was simply bored and got distant with my lovely ones. Sampai saya ketagihan lagi sama art, projects, dan lainnya. Saya pikir, mungkin passion saya ada di menulis dan volunteering. Saya selalu seneng untuk membantu orang lain, selalu merasa perlu untuk melakukan sesuatu untuk yang lain. dan saya keterusan.
Saya mengikuti berbagai program dan project yang bikin saya kehilangan focus. Saya tidak lagi memprioritaskan pendidikan. Saya pikir: I'll get old and boring with this medical stuffs. This is my young, I will take all the things outside meds stuffs. Saya lupa bahwa once, being a medical student is a thing that I wouldn't trade with anything. Saya terlalu apatis dengan bidang yang menuntut banyak kesempurnaan ini. kalau boleh bilang, saya nggak tahan dengan environment kampus yang menurutku banyak orang yang get trapped in routine without excitement. Mereka kelihatan capek, pucat dan nggak menarik.
Awal sekali saya masuk kampus ini saya bertanya pada diri saya sendiri: mana nih anak-anak yang passionate kedokteran?
Nggak banyak yang terlihat demikian. Yang banyak saya lihat adalah orang-orang yang strive for perfection, individualist, orang-orang yang sombong tentang akademik maupun golds and blings, orang yang jalani-apa-yang-ada.
Seharusnya saya mengingatkan pada diri saya sendiri, juga waktu itu: bahwa memang ini lah kenyataannya. Saya nggak bisa lari dari environment ini.
Kalau saya selalu punya banyangan tentang orang-orang passionate yang mencoba do something great and awesome, be friendly and all, mungkin mereka memang bukan disini. Mungkin orang-orang tersebut ada di fakultas yang mengedepankan inovasi dan kebebasan. Bukan di sekolah seperti ini.
Saya lupa
Dan hampir setahun ini saya lupa.
Sampai saya membuka lagi goals saya. Perfect GPA for whole 1st year is totally achievable, yet I didn't achieve it.
Saya selalu ingin untuk menjadi hebat. Saya pikir, dengan saya mengikuti banyak kegiatan diluar medis, saya akan jadi hebat. Tapi sebaliknya.
Saya tidak bisa mendapatkan apapun dari meraih terlalu banyak 'benda' tersebut.
Saya mau aktif di hal-hal luar, tapi saya nggak bisa karna jadwal kuliah yang mengikat. Saya mau focus kuliah, saya nggak bisa karna saya sudah get attached with those things, pikiran saya selalu mengelana ke sana. Ada banyak what ifs yang terjadi di kepala saya.
Saya benar-benar kehilangan focus. Dan saya menuliskan ini untuk mencegah orang lain merasakan hal yang sama.
Saya mencari my other self potential di saat saya harus focus. Dan apakah saya berhasil? Until now, not. Saya harusnya sadar bahwa saya tidak bisa membangun sesuatu dari nol dengan tanggung jawab study saya yang sekarang. Detik ini, saya kehilangan arah. Detik ini, saya nggak tau saya harus apa. Medical stuffs have been so far from mymind lately yet I have one huge and scary exam next 2 weeks.


Jelas, saya harus belajar. Saya harus membunuh pikiran-pikiran saya yang mencoba menjalar, sampai saya punya jalan khusus untuk mereka. Sampai saya bisa sekolah dengan baik. Karena sejujurnya, bisa saja saya mengembangkan itu semua, mungkin. Tapi in the end, saya pasti ketagihan lagi dan lagi. Dan jika seperti itu, saya yakin saya tidak akan menjadi 100% physician.
Saya selalu suka dengan achievement kak mesty ariotedjo, tapi saya harus mengingatkan diri saya sendiri bahwa apa yang ia kerjakan telah ia bangun sejak sebelum kuliah. Ia tidak mencari jalan. Dengan koneksi yang telah ia punya, jalan itu akan terbuka lebih lebar. Sedangkan saya?:)
Saya pernah punya keinginan to be good at many fields. Saya tau bidang2 apa saja itu. Tapi makin kesini, saya makin merasa ridiculous. Saya nggak mungkin bisa focus and excellent on them.
Mulai sekarang, saya ingin membuat diri saya lebih focus pada tujuan-tujuan awal saya:
Bismillah..
  1. Nilai yang baik. (specific target is not to be publishedJ)
  2. Have a Part time job as a writer.
  3. Belajar bidang lain dari buku/seminar. Not from 3 hours of browsing, or not from streaming 2 hours of youtube videos. That's nonsense.
  4. Jangan memberatkan diri. Kalau tau bahwa tidak mampu, jangan memaksakan mencari jalan dari mengabaikan prioritas2 utama seperti agama, keluarga, dan pendidikan.
  5. Bertanggung jawab atas organisasi yang telah saya ikuti. Be good on it. One step at a time. Jangan gegabah untuk meraih semua kesempatan bcs it wont turn out good.
  6. Jangan pernah melupakan hak dan kewajiban agama karna kesibukan dan prioritas-prioritas tersebut. It's such a fool to forget the One who takes care of your life.
  7. Satu target besar lagi yang hanya bisa dicapai kalau kamu punya nilai yang excellent nin: to study abroad. jangan lupa ya:)
Sampai detik ini saya belum pernah merasakan semangat belajar seperti kelas 3 dulu. Sedih ya.. hehe. Dulu saya sampai merasa bahwa studying is a sexy thing, dan saya akan merasa bersalah banget kalo in a day saya belum belajar mandiri selama minimal 8 jam. Where have you been nin?:)
Karena dokter itu butuh skill social
Tapi butuh lebih banyak, dan jauh lebih banyak knowledge.

 

Ayo nina, semangat! Buktikan kalau kamu bisa. Berikan yang terbaik. Jadilah dokter yang know-it-all, seperti harapanmu sejak dulu. Hates anatomy? Remember when at night you were imagining about the awesome anatomy? Yuk buka hati, mata, telinga. Jadi best of your self nggak harus jadi orang dengan banyak skill. Tapi juga bisa berarti orang yang sangat ahli di satu bidang. Sedang bidang lainnya merupakan poin plus-plus yang bisa dicari atau diraih setelah poin utama tercapai. Jangan mudah terintimidasi sama orang-orang sombong ya nin. Emang banyak banget, Cuma kamu nggak mungkin membasmi mereka semua kan? Get used to it. Kuatin mental. Cuek sama pengaruh-pengaruh menciutkan mental itu. You are you. Percaya Allah punya jalan masing-masing. You have Allah and nice family and awesome friends. You' re saved. 


dan satu hal. saya mungkin salah, saya mungkin ragu, tapi saya melakukan dan memutuskan juga mempertimbangkan dengan kesadaran. if something happens to me that means i'm kind of wanting it, kecuali hal-hal yang hanya-Allah-yang-tahu. tapi sejauh ini, apa yang saya lakukan merupakan hal yang secara sadar saya pilih, dibantu oleh 'tangan-tangan' Allah yang  selalu menjadi Guide saya.:) terimakasih, Allah.




"Commitment is like riding a rollercoaster, what ever u feel, u cannot get out of that until it is finish."

"Allah tidak akan merubah suatu kaum,kecuali ia mengubah nasibnya sendiri"

"jika telah kamu selesaikan dengan sungguh-sungguh suatu pekerjaan, maka selesaikanlah pekerjaan lain." (agama mana yang sedetailini menerangkan umatnya tentang etos kerja?:))

"When I was young, I observed that nine out of ten things I did were failures. So I did ten times more work."- George Bernard Shaw

"losers quit when they're tired. winners quit when they've WON"


"I’m tough on myself in terms of my standards, but that’s also part of my pleasure: knowing you are being your fullest self."

"it's not about just living the life, it's about having a hope in dream. yet it's not only about having a dream, it's about striving real hard to get it. and after all, it's only about God behind it all;-)"

“That’s what happens sometimes. Friendships are lost, altered, damaged. People change, or you simply finally appreciate who they have been all along… And so you realize they don’t have a space in your life anymore. Doesn’t matter how long it’s been, how deep it’s gone… It happens, it ends. You move on.” 

“You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.’”