another coffee talk with Sandy.
kira-kira jam 1 siang, waktu kita berdua udah jenuh sama kerjaan masing-masing.
ngomongin semuanya...
ada bling bling merah di bb, aku baca bbm yang baru masuk dan mukaku langsung berubah..
"San.. males banget.. kenapa sih dia.. aku udah males banget."
"kamu tuh kenapa sih nin? dulu suka, dulu biasa aja, sekarang segitunya. emang dia salah apa sih ke kamu?"
"ya nggak salah apa-apa.. tapi ya males aja. tolong dong udah.."
"jahat banget sih.."
"ya gimana, perasaanku nggak enak, males, tiba-tiba jadi panik deg-deg an mual in a negative way."
"kok sampe segitunya tuh kenapa?"
"nggak tau..."
"kenapa ya nin, kamu itu bisa labil banget. inget nggak waktu nunggu sms balesan dari xxx? heboh banget, takut nggak dibales, tau-tau brapa menit kemudian di bales? sekarang ini.. semua mantan-mantanmu nggak ada yang baik-baik. kenapa coba?"
aku diem.. 2 hari yang lalu aku emang baru nyadar, it's like something's wrong with me. aku seheboh itu kalo ada sesuatu.. lalu tiba-tiba beberapa saat kemudian bisa jadi super sedih.. nggak ngerti. waktu itu H-1 tentamen, aku ngerasa hal itu nge ganggu banget, dan baru sadar, ini nggak bener.
" iya ya San, kenapa ya.. hmm aku sih ngerasa pribadiku agak bermasalah sejak aku di bully, ya sebelum di bully juga bermasalah sih.. tapi beda. kalo soal cowo-cowo itu.. apa ya.. mungkin self defense? soalnya waktu putus semuanya bikin aku gnerasa worthless and it's like 'no no more..' sign?"
"hmm... masa sih? itu defense atas apa? kamu pernah diapain emang?"
"nggak diapa-apain, cuma dibikin ngerasa worthless aja dan aku nggak mau ngerasain lagi jadi aku mungkin scr nggak sadar ngelindunginnya gitu.."
"ngelindungin atau ngehindarin?"
"hehehe nggak tau ya.. tapi emang tiba-tiba sama mereka, sama siapapun yang udah-udah, pasti ada perasaan yang nggak nyaman banget. bete tiba-tiba. nggak tau deh.."
lalu kita balik ke kerjaan masing-masing, atau berusaha terlihat seperti itu, karena rasanya otak kita masih mikirin hal yang sama. nggak sampai 5 menit kemudian Sandy nanya,
"kamu tau nggak dulu kenapa kamu dulu di bully?"
"tau kok, cuma ya aneh aja. kalo mereka bener-bener gk suka aku, kenapa mereka gk ninggalin aku sok aku gk ada aja instead malah repot2 bikin hidupku miserable."
dan kita pun terjebak di keheningan masing-masing. aku tau, sandy lagi berusaha keras mengerti, ataupun menganalisis.
"tapi masa iya, abis kamu di bully? sebelumnya emang nggak pernah labil kayak gini? sebelum-belumnya? aku tuh nggak percaya e nin sama semata-mata takdir, pasti ada sesuatu dibelakangnya.."
lalu aku diem lagi.. mikir..
"mm..."
aku pun flashback
"dulu waktu ayahku sekolah di luar, mama emang agak banyak pikiran, jadi lebih galak, aku sering ngambek. tapi ya biasa aja. mulai agak parah waktu selesai kelas aksel. mulai kelas 4 aku bosen belajar, maunya nonton tv, dan hampir tiap hari marahan sama mbakku atau mamaku. aku sampe harus banting pintu, lempar semua barang di meja belajar, sampe akulebih dimarain lagi gara-gara itu. terus, aku ganti jadi ngerusak buku. aku pegang pensil kuat-kuat, terus nyobek-nyobek buku pake pensil itu. hmm..
terus aku suka nulis diary.. waktu kunci gembok diariku ilang, terus aku coba utak atik pake cutter, tanganku kena, aku malah mijitin tanganku biar darahnya tambah keluar.. aku juga sering garukin lengan bawah atau cubitin, biar sakitnya di dada ilang..."
"kok serem sih nin..," aku seneng, sandy bukanya natap aku serem, tapi lebih kearah: kok bisa sih..
"hehehe nggak tau dulu.. dari dulu aku gitu. setelah di bully itu aku juga pasti ngalamin 2 bulan stress banget, ngerasa worthless, sedih tiap hari, dll. itu siklus san, balik lagi....
aku ngga terbiasa ngatur emosi, aku lebih ke mengekspresikannya jadi less destructive. makanya sekarang aku suka nulis, itu bantu aku ekspressin emosi dengan lebih baik.."
"aneh ya nin, dimana-mana itu orang ngatur emosi, kamu malah diatur sama emosi."
"iya, San. aku lagi sadar kok, lagi pengen usaha. doain aja."
sampai rumah, aku browsing. penasaran aja, aku tuh kenapa.. udah lama pengen cari tau, tapi emang baru sempat in the name of tentamen preparation. it was Friday and i browsed all day long and here's the thing i found when i googled about myself:
Borderline personality disorder (BPD) (called emotionally unstable personality disorder, borderline type in the ICD-10) is a personality disorder marked by a prolonged disturbance of personality function, characterized by unusual variability and depth of moods. These moods may secondarily affect cognition and interpersonal relations.
A pervasive pattern of instability of interpersonal relationships, self-image and affects, as well as marked impulsivity, beginning by early adulthood and present in a variety of contexts, as indicated by five (or more) of the following:
- Frantic efforts to avoid real or imagined abandonment. Note: Do not include suicidal or self-injuring behavior covered in Criterion 5
- A pattern of unstable and intense interpersonal relationships characterized by alternating between extremes of idealization and devaluation.
- Identity disturbance: markedly and persistently unstable self-image or sense of self.
- Impulsivity in at least two areas that are potentially self-damaging (e.g., promiscuous sex, excessive spending, eating disorders, binge eating, substance abuse, reckless driving). Note: Do not include suicidal or self-injuring behavior covered in Criterion 5
- Recurrent suicidal behavior, gestures, threats or self-injuring behavior such as cutting, interfering with the healing of scars or picking at oneself (excoriation).
- Affective instability due to a marked reactivity of mood (e.g., intense episodic dysphoria, irritability or anxiety usually lasting a few hours and only rarely more than a few days).
- Chronic feelings of emptiness
- Inappropriate anger or difficulty controlling anger (e.g., frequent displays of temper, constant anger, recurrent physical fights).
- Transient, stress-related paranoid ideation, delusions or severe dissociative symptoms
yang aku bold adalah yang aku pernah rasain. saya nggak yakin saya diagnosed BPD clinically, tapi saya merasakan hal-hal tersebut, dan memang dari dulu aku udah ngerasa it's not right. aku sekarang jadi penakut karena dulu keberanianku selalu jadi bahan bully, salah mulu... dulu aku juga hobi banget sedih dan ngerasa nggak berharga. labil banget, gampang banget seneng dan sedih. nggak bisa kontrol emosi. dan kalo orang liat aku hiperaktif, bukan apa-apa, tapi emang didalem hatiku itu perasaannya meletup-letup dan perlu dikeluarkan.
aku nggak mau terus-terusan berlindung dibalik excuse i'd been bullied, aku rasa mungkin aku yang terlalu dimanja waktu kecil, gen, dan lingkungan bisa bikin fluktuasi emosiku nggak sehat. mungkin malah kejadian bully itu bantu aku untuk nggak neko-neko. tapi yang aku tau, keadaan emosiku memang belum baik.
sampai beberapa hari yang lalu aku sadar.
aku mungkin udah jarang ngerasain 'chronic feeling of emptiness', tapi aku masih nggak bisa ngatur anger dan instability due to mood, aku mudah sekali terpengaruh sama 'sentilan' diluar. aku masih tidak terbiasa untuk mengontrol emosiku, aku hanya tau cara mengekspresikan emosiku dengan lebih baik.
kenapa saya sejujur ini bikin tulisan di blog? karena akhirnya saya lega, lega bahwa mungkin saya memang belum baik dalam mengontrol emosi, tapi saya toh akhirnya tau. tau bahwa saya masih butuh memperbaikinya, tau bahwa mungkin aku pernah mengalami disorder tertentu, bahwa aku butuh memperbaiki sesuatu disini.
karena self acceptance itu sebegitu melegakannya.
aku ingin orang lain juga ikut sadar atas keadaan dirinya... apapun itu, sadari, perbaiki.
aku juga lagi berusaha kok, yuk bareng:)