Showing posts with label dreams. Show all posts
Showing posts with label dreams. Show all posts

Sunday, June 2, 2013

enjoying weekend

this is one of the good weekends i rarely had lately. this weekend i worked, i met my highschool friends, i studied, i tidy up my room, i made my dream board, collected good articles, read books, and all. those in 2 days. finally my weekend is made for me :)

after those hectic weekends ended, now i can finally have my time for myself. to think about my own self:what i really like, what i dont really like, what i wanna be, what i wanna fight for, what i wanna achieve, and all. it's not that it's a complex process of thinking, but i just have a clearer mind with more spare time. i even did yoga after thoseeee time i missed the schedule! im so much happy. really:)

those organizational thingies are enough. i met the ones i never known before. i've experienced the things i wanted to taste. and they're not my favorite:) i dont really fight for what i really want nor what i believe, and that doesnt add my happiness rate. i think i've got enough.

now that i know better what i really want, i'm ready to walk a bit more, run a little faster, to get it all in time.
bismillah, i know Allah will always be with me:)

Saturday, October 20, 2012

rainy days are coming

selamat merasakan hujan, Jogja!:-)

re-read my blog, it's been all about medical and lovey dovey, thingie. isn't it?
aku harus mulai lebih banyak bersyukur sama nilai-nilaiku yang sebenernya cukup baik melihat aku nggak se super itu nyiapin ujian-ujiannya. dan instead, aku harus lebih baik lagi nyiapin the next exams for the next blocks:D
daaaan.. soal cinta-cintaan ini... hehe aku sudah memutuskan untuk berhenti sedih-sedihan karena orang yang biarin kita drowning into sadness tanpa sekalipun ngankat kita ke kawasan bebas patah hati itu ... nggak segitu worth it nya. atau aku terlalu gampang menyerah ya?:)

anw, it's been such a great year. awalnya aku ngerasa bahwa taun ini aku belum ngapa-ngapain, dibandingkan taun lalu. taun lalu, name it: being medical student di universitas terbaik nasional, masuk IFL, kerja sebagai marketing online dan mimpin majalah online; it's like all the dreams come true. dan 2012, isinya kebanyakan cuma melanjutkan yang dulu-dulu.. great thing at first that become a daily routine makes it less glorious, isnt it?

dan selama taun ini, aku apply magang, apply exchange, coba daftarin cerpen-cerpen aku, tapi nggak ada yang lolos hiks.

but then i realized, this year i've achieved so much.
sudah bisa nyetir, sudah bisa masak, sudah punya banyak teman, sudah launch fiction frame, udah nggambar lagi, punya rutinitas olahraga 5 kali seminggu @ 20 menit, udah pernah ikut yoga, ikut tim basket angkatan kampus, udah masuk CIMSA, udah punya nilai memuaskan di akademis, udah sering naik bis kemana-mana, udah ke IYC!!!!!, udah ketemu alanda kariza dan citra natasya langsung, udah nonton float:"), udah ketemu famous fashion blogger langsung.

kurang apa, Nin?:)
alhamdulillah.......
and i just realized my teenage bucket list sudah mulai tercoret satu persatu...:)


quote-book:

Charmed Thirds by Megan McCafferty

terlebih semalem:')
udah lama banget pengen nonton band indie manggung. just to know how they perform. dan siangnya, secara nggak sengaja liat tweet dari radionya rama, kalo nanti malem bakal ada float manggung di Rock Opera cafe sagan. and i was.. so stoked out. aku tweet orang-orang in case ada yang mau nemenin nonton... tapi ternyata nggak ada feedback sampe sore. aku udah hopeless, temen-temen deket pada mau uts, nggak mungkin minta temenin mereka.. ada sih dua sobat aku dari IFL mau nonton, tapi tapi... maunya ada ceweknya juga..............
sampe nunu sms aku, bilang mau nonton float juga..... nggak kebayang senengnya!!!!:')
and last night... was one of the sweetest night ever. santai di cafe, duduk (itupun berkat kita dateng pagi dan mohon mohon sama mas-masnya untuk dicarikan kursi), ngobrol sama temen-temen deket tentang apa aja, lalu dengerin lagunya float yang... nggak usah ditanya enaknya itu.
i was in love again with that music:)
dan.... serunya lagi... i met this famous fashion blogger yang aku juga baru tau dari Nunu. i mean, she's different. dia sangat vintage .... setelah cek blognya... emang vintage banget in such a cute way!! seneng deh kalo dissa bisa jadi fashion bloggah juga, abis... mirip-mirip gitu style nya. sama-sama cantik lagii:)
Embedded image permalink

i had such a good night, no doubt.
picture's taken by Rio S.


aku oranngya gampang banget pengen sesuatu, kadang suka sampe iri. tapi aku nyetop itu semua dengan ikut produktif.
aku suka banget gambar-gambar ilustrasi lucu, then i made it once or twice. suka liat foto cewek-cewek cantik, then i did some make up and took photos of it. suka liat cewek yang aktif, then i encouraged myself to be more active. dan seterusnya..:)
aku nggak tahan liat orang lain bisa tapi belum aku lakukan. rasanya kayak: if people can do that, you can do too, Niin! nggak lebih baik, mungkin, but just to prove myself bahwa aku pun juga bisa. it's kinda self pleasure, kebahagiaan yang saya bikin untuk diri saya sendiri.

caroblasc:

(via papertissue)

setelah saya baca buku the power dari rhonda bynes, saya jadi lebih fokus sama menjadi bahagia along the days. aku sampe punya mantra baru

"to be good is to feel good"

kadang orang terlalu fokus sama to be good-nya, sampe mereka lupa dengan feeling good. terlalu banyak anxious dan confusion, yang akhirnya juga bikin outputnya nggak sebagus bayangan. sekarang, aku lebih fokus untuk bikin diri sendiri feel good, so the outcome would turn out good too. dan rasanya, memang lebih mudah merasa baik dulu daripada memikirkan to be good nya. 




we're young, pasti masih banyak semangat meletup-letupnya, energinya masih ful dan siap untuk menghadapi berbagai challange tentang transisi dunia muda dan dewasa. jadi, mumpung masih muda, kita harus menggunakan excessive energy itu untuk berbagai hal yang postif. membantu orang tua dan temen emang positif, tapi rasanya energi kita jauh lebih banyak dari itu kok. belum lagi kalo bisa berkontribusi, energinya bisa dikalilipatkan dan energi kita pun bertambah. jangan takut, karena aku membuktikan bahwa aku kehilangan banyak kesempatan karena terlalu takut melakukan banyak hal. jangan ikutin aku ya:) but still, be sensible of our feelings, kalo ngerasa nggak enak ya nggak perlu di jalani. we make our own story, make our own journey, our own path, our own glory. Tuhan punya jalan yang berbeda untuk masing-masing makhluk-Nya. make out the best of our years. 

kemarin, aku nangis karena baca cerita di Young on Top Campus Ambassador. bukan karena mengharukan, tapi karena kecewa sama diri sendiri. i feel like can achieve the same thing if i want it bad enough, if i work it hard enough, but i didn't. aku bener-bener malu karena aku nggak bisa, belum bisa memenuhinya satu persen pun. sedih.
sampai aku takut, takut kalo impianku itu nggak akan pernah tercapai.
tapi impian nggak segitu besarnya sampai itu near impossible kan?:)
lalu tangisanku diganti jadi tangisan penuh semangat-tapi-bingung-mulai-dari-mana. but it's a good feeling. it's a burned, spirited tears.

bismillah, kita bisa menggapai semua impian di langit itu.


tulisan ini juga dipersembahkan untuk film perahu kertas yang membantu aku mengingatkan tentang mimpi-mimpiku, yang bikin inget semua cerita sedih tentang cinta-cintaan (yang asli sedih sampe nangis-nangis dan terancam keinget sampe berhari-hari...) dan semua keindahan yang ada di film itu. 

terimakasih semua makhluk Tuhan yang sudah produktif menyebarkan energi dan semangat dalam bentuk (karya) apapun. 


Tuesday, July 31, 2012

Mengukuhkan komitmen


Ini bukan hal yang mudah untuk saya. Sampai saya menuliskan blogpost ini, saya masih belum 100 persen yakin. Ini kah yang terbaik?






Mulai dari awal tahun pertama. Dengan segala excitement saya tentang sekolah kedokteran ini. I was totally focused on study as I was in 3rd year. I've got perfect GPA for few blocks. lalu saya memutuskan untuk menomerduakan akademis,bcs i was simply bored and got distant with my lovely ones. Sampai saya ketagihan lagi sama art, projects, dan lainnya. Saya pikir, mungkin passion saya ada di menulis dan volunteering. Saya selalu seneng untuk membantu orang lain, selalu merasa perlu untuk melakukan sesuatu untuk yang lain. dan saya keterusan.
Saya mengikuti berbagai program dan project yang bikin saya kehilangan focus. Saya tidak lagi memprioritaskan pendidikan. Saya pikir: I'll get old and boring with this medical stuffs. This is my young, I will take all the things outside meds stuffs. Saya lupa bahwa once, being a medical student is a thing that I wouldn't trade with anything. Saya terlalu apatis dengan bidang yang menuntut banyak kesempurnaan ini. kalau boleh bilang, saya nggak tahan dengan environment kampus yang menurutku banyak orang yang get trapped in routine without excitement. Mereka kelihatan capek, pucat dan nggak menarik.
Awal sekali saya masuk kampus ini saya bertanya pada diri saya sendiri: mana nih anak-anak yang passionate kedokteran?
Nggak banyak yang terlihat demikian. Yang banyak saya lihat adalah orang-orang yang strive for perfection, individualist, orang-orang yang sombong tentang akademik maupun golds and blings, orang yang jalani-apa-yang-ada.
Seharusnya saya mengingatkan pada diri saya sendiri, juga waktu itu: bahwa memang ini lah kenyataannya. Saya nggak bisa lari dari environment ini.
Kalau saya selalu punya banyangan tentang orang-orang passionate yang mencoba do something great and awesome, be friendly and all, mungkin mereka memang bukan disini. Mungkin orang-orang tersebut ada di fakultas yang mengedepankan inovasi dan kebebasan. Bukan di sekolah seperti ini.
Saya lupa
Dan hampir setahun ini saya lupa.
Sampai saya membuka lagi goals saya. Perfect GPA for whole 1st year is totally achievable, yet I didn't achieve it.
Saya selalu ingin untuk menjadi hebat. Saya pikir, dengan saya mengikuti banyak kegiatan diluar medis, saya akan jadi hebat. Tapi sebaliknya.
Saya tidak bisa mendapatkan apapun dari meraih terlalu banyak 'benda' tersebut.
Saya mau aktif di hal-hal luar, tapi saya nggak bisa karna jadwal kuliah yang mengikat. Saya mau focus kuliah, saya nggak bisa karna saya sudah get attached with those things, pikiran saya selalu mengelana ke sana. Ada banyak what ifs yang terjadi di kepala saya.
Saya benar-benar kehilangan focus. Dan saya menuliskan ini untuk mencegah orang lain merasakan hal yang sama.
Saya mencari my other self potential di saat saya harus focus. Dan apakah saya berhasil? Until now, not. Saya harusnya sadar bahwa saya tidak bisa membangun sesuatu dari nol dengan tanggung jawab study saya yang sekarang. Detik ini, saya kehilangan arah. Detik ini, saya nggak tau saya harus apa. Medical stuffs have been so far from mymind lately yet I have one huge and scary exam next 2 weeks.


Jelas, saya harus belajar. Saya harus membunuh pikiran-pikiran saya yang mencoba menjalar, sampai saya punya jalan khusus untuk mereka. Sampai saya bisa sekolah dengan baik. Karena sejujurnya, bisa saja saya mengembangkan itu semua, mungkin. Tapi in the end, saya pasti ketagihan lagi dan lagi. Dan jika seperti itu, saya yakin saya tidak akan menjadi 100% physician.
Saya selalu suka dengan achievement kak mesty ariotedjo, tapi saya harus mengingatkan diri saya sendiri bahwa apa yang ia kerjakan telah ia bangun sejak sebelum kuliah. Ia tidak mencari jalan. Dengan koneksi yang telah ia punya, jalan itu akan terbuka lebih lebar. Sedangkan saya?:)
Saya pernah punya keinginan to be good at many fields. Saya tau bidang2 apa saja itu. Tapi makin kesini, saya makin merasa ridiculous. Saya nggak mungkin bisa focus and excellent on them.
Mulai sekarang, saya ingin membuat diri saya lebih focus pada tujuan-tujuan awal saya:
Bismillah..
  1. Nilai yang baik. (specific target is not to be publishedJ)
  2. Have a Part time job as a writer.
  3. Belajar bidang lain dari buku/seminar. Not from 3 hours of browsing, or not from streaming 2 hours of youtube videos. That's nonsense.
  4. Jangan memberatkan diri. Kalau tau bahwa tidak mampu, jangan memaksakan mencari jalan dari mengabaikan prioritas2 utama seperti agama, keluarga, dan pendidikan.
  5. Bertanggung jawab atas organisasi yang telah saya ikuti. Be good on it. One step at a time. Jangan gegabah untuk meraih semua kesempatan bcs it wont turn out good.
  6. Jangan pernah melupakan hak dan kewajiban agama karna kesibukan dan prioritas-prioritas tersebut. It's such a fool to forget the One who takes care of your life.
  7. Satu target besar lagi yang hanya bisa dicapai kalau kamu punya nilai yang excellent nin: to study abroad. jangan lupa ya:)
Sampai detik ini saya belum pernah merasakan semangat belajar seperti kelas 3 dulu. Sedih ya.. hehe. Dulu saya sampai merasa bahwa studying is a sexy thing, dan saya akan merasa bersalah banget kalo in a day saya belum belajar mandiri selama minimal 8 jam. Where have you been nin?:)
Karena dokter itu butuh skill social
Tapi butuh lebih banyak, dan jauh lebih banyak knowledge.

 

Ayo nina, semangat! Buktikan kalau kamu bisa. Berikan yang terbaik. Jadilah dokter yang know-it-all, seperti harapanmu sejak dulu. Hates anatomy? Remember when at night you were imagining about the awesome anatomy? Yuk buka hati, mata, telinga. Jadi best of your self nggak harus jadi orang dengan banyak skill. Tapi juga bisa berarti orang yang sangat ahli di satu bidang. Sedang bidang lainnya merupakan poin plus-plus yang bisa dicari atau diraih setelah poin utama tercapai. Jangan mudah terintimidasi sama orang-orang sombong ya nin. Emang banyak banget, Cuma kamu nggak mungkin membasmi mereka semua kan? Get used to it. Kuatin mental. Cuek sama pengaruh-pengaruh menciutkan mental itu. You are you. Percaya Allah punya jalan masing-masing. You have Allah and nice family and awesome friends. You' re saved. 


dan satu hal. saya mungkin salah, saya mungkin ragu, tapi saya melakukan dan memutuskan juga mempertimbangkan dengan kesadaran. if something happens to me that means i'm kind of wanting it, kecuali hal-hal yang hanya-Allah-yang-tahu. tapi sejauh ini, apa yang saya lakukan merupakan hal yang secara sadar saya pilih, dibantu oleh 'tangan-tangan' Allah yang  selalu menjadi Guide saya.:) terimakasih, Allah.




"Commitment is like riding a rollercoaster, what ever u feel, u cannot get out of that until it is finish."

"Allah tidak akan merubah suatu kaum,kecuali ia mengubah nasibnya sendiri"

"jika telah kamu selesaikan dengan sungguh-sungguh suatu pekerjaan, maka selesaikanlah pekerjaan lain." (agama mana yang sedetailini menerangkan umatnya tentang etos kerja?:))

"When I was young, I observed that nine out of ten things I did were failures. So I did ten times more work."- George Bernard Shaw

"losers quit when they're tired. winners quit when they've WON"


"I’m tough on myself in terms of my standards, but that’s also part of my pleasure: knowing you are being your fullest self."

"it's not about just living the life, it's about having a hope in dream. yet it's not only about having a dream, it's about striving real hard to get it. and after all, it's only about God behind it all;-)"

“That’s what happens sometimes. Friendships are lost, altered, damaged. People change, or you simply finally appreciate who they have been all along… And so you realize they don’t have a space in your life anymore. Doesn’t matter how long it’s been, how deep it’s gone… It happens, it ends. You move on.” 

“You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.’” 

Friday, April 27, 2012

dilemma






i've been longing to write a blog post for a couple days, but i've never made it until today. and as usual, i'm not gonna write certain events, im just gonna write some thoughts.

well, as you know, now i'm living my dream as a medical student. and as The Alchemist by Paulo Coelho said, i got the beginner's luck. i got my grades really well for past blocks, but then i didn't get the score as i hoped for. on the last block, i studied hard, i let go my jobs, i never really go out only for having fun with my high school mates, i read the textbooks and the summaries and the slides. i worked hard for it. it was a light block, it contained less than the past few blocks.
(being a med student isn't about learning hard stuffs. it's about learning normal stuffs with heavy volume in really short time. it makes us have less time to do social stuffs and all.)
i really tried my best to get my focus on one thing: academic. but then i got my score lower than the rest. i was really sad--you cant imagine that, really really sad. then i ran to Allah. i cried and i told Him all. i read Quran and i prayed. i prayed alot. i was questening alot.. then (i forgot the exact event), but somehow i understood. that i might be arrogant, that i might become ambitious, that i might be ignorant with other people and all, if i got every good scores i wished.

then i thought a lot. that i might be better off get down, so i might realize all the bless i have, so i could be more thankful, and i might be getting closer to Allah even more.

it was kinda my state of peace: i had nothing to worry about, i didn't have anything to be taken because i had left nothing. the only thing i can do is taking care of what i've got now.

and one thing: i always had my prayers be true in this past (almost) 2 years. i never had any heart-breaking moment, except when i got 65 for math test and when i didn't pass the SNMPTN Undangan in this past 2 years. i always get what i wanted. i was on top ten rank. i got 9 for 3subjects on UN. most of the time i was on the best 50th rank in school in the senior year.
..

after realizing those all, i feel more peaceful. and as i believed before (then i had forgotten) that all the results i've got, any single result of any single thing, doesn't come from my efforts. i only do what i have to do because the obligation said so, but the result is purely in Allah's hand. it's maktub. it had been written by God.


"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"





well, there's other thing. i was afraid that it (medicine) might not be my field. i might love helping but what if medicine isn't my passion? what if i get into some social cluster faculty then i'll be active student as i were in highschool so i can be good at many things and so i can meet more people, get more knowledge, be smarter than this, and people will respect me more, and all. what if?...

my study schedule here sucks almost 24 hours in a day, and i have no more time to just chillax or be more productive, do some sports or gardening. i can't enjoy my other hobbies such as reading and watching movie because i have no huge extra time to do that. i ger bored easily and i can't breath some fresh air out of this medicine routine, makes me sick and almost insane literally. plus most of the poeple here i met really concern on the grades. which i hate. it's like the world's spinning just because of the grades of future doctors. i mean, the life is more than that! why can't you guys understand?..

.. until i met more people....
then i finally found that there are still lots of normal people who can see the world better than the rest, in a full view, left. alhamdulillah:)


so, then i questioned myself back.
what if i didnt get into medicine?..
...
..
well, i might be the active college students, got more friends, got more experience and knowledge,
but i will not live in my dream.
and the imagination of that really scares me out.


well, i'm currently thinking about my future. the scariest thing about living our dream is to have another dream and to live it, again. will i have another, bigger, greater dream? will i have courage to chase it as i did? what if in the next time i failed?

and i kinda have no idea about my next career. i wanna be a lecturer, i wanna be a clinician also. but what subject i should teach? physiology, farmacology, immunology, or anything else? and what field i should take? internist, pedictrian, obsgyn, or any other? what sub i should take then?

i have no idea AT ALL.

everything seems so awesome. i really wanna be good at all the things but it's hardly be coming true. i have no idea.

i just have figured few things out.



that i wanna get financial aid during my undergraduate. that i wanna get scholarship to study in USA, approx for 2 years. i wanna be the youngest cumlaude in early 2015. i wanna pass all the classes with A or A/B scores. i wanna learn saman(i finally get into saman class on my college!! only for 2 months!! so happy:D). i wanna good at driving and cooking. i wanna learn piano. i wanna write a book. i wanna contribute more on cancer. i wanna be an activist for anti bullying. i wanna have a boyfie, that boyfie (ehem). i wanna inspire people. i wanna play basketball better. i wanna swim better. i wanna be able to float in the sea. i wanna travel around indonesia and around the world. i wanna go to mecca and turkey with daddy.

that's an enough checklist for the next 5 years, isn't it?:) wish me luck for those little dreams. not that heavy but still, need lots of efforts. bismillahirrahmanirrahim. insyaAllah.:)


At the end of the day, remind yourself your intentions behind the success – to please Allah [SWT] and your parents, to uplift the Ummah and to prove to yourself that you can achieve to the best of your potential. -- dr.Rahsid

Sunday, March 25, 2012

dreamcatcher: menjadi dokter


Saya ingin menjadi dokter, dan betapa pun itu terdengar membosankan, tapi saya berkeinginan untuk menjadi dokter. Kalau orang lain punya keinginan untuk menjadi dokter sejak TK, saya tidak, sehingga persiapan untuk menjadi dokter pun hampir nol. Nilai-nilai akademik saya biasa-biasa saja, namun saya cukup beruntung untuk bisa masuk ke sekolah unggulan di Jogja. Saya bahkan mungkin tidak termasuk 50% terbaik di kelas pada awalnya, namun saya tidak peduli. Toh buat saya saat itu, hidup bukan untuk sekedar nilai.
Sampai saat itu, Bude terdekat saya yang mengidap kanker payudara stadium lanjut harus bolak-balik rawat inap di rumah sakit. Saya yang saat itu masih menggunakan seragam putih biru sering datang untuk menjenguk beliau. Saat berada dirumah sakit, saya hanya terkagum-kagum oleh ramahnya dokter, perawat dan bahkan pasien-pasien sekitar yang kami temui. Bukannya sebagai tempat yang infectious, rumah sakit malah memberi banyak energi positif untuk saya. Saya rela menempuh perjalanan 10 menit dengan bis kota untuk mencapai rumah sakit dan menengok Bude saya.. Rasanya momen-momen tersebut sangat damai.
Tapi saat itu, saya masih ingin menjadi menejer perusahaan, dimana saya akan berpakaian modis dan bertemu banyak orang baru dan seru. What can be more fun than that?  Saya masih mengelak tentang menjadi dokter. Alasannya simple, menjadi dokter adalah impian semua orang dan saya malas bersaing dengan semua orang. Lagipula menjadi dokter terdengar membosankan, ratusan buku harus di khatamkan, bekerja dengan otak setiap saat. Tiring.
Dan angin itu berhembus. Angin kesedihan yang dibawa oleh berita kematian Bude yanti. Saat itu saya hanya terdiam dan tidak percaya. Bagaimana bisa secepat ini? Dan hari-hari pun berlalu berlalu seperti biasa. Sampai pada suatu ketika, saya teringat oleh semua kasih sayang Bude,  bagaimana peran Bude merawat saya saat  ayah dan ibu saya sibuk. Saya menangis tiap malam, menyesali betapa tak acuhnya saya pada Bude di detik-detik terakhir kesehatannya, sebelum Beliau koma selama hampir satu bulan.  I’ve had that sad moment for almost 3 months.
Dan saya memutuskan untuk menjadi dokter.

Lagipula, bukanya dokter sangat bermanfaat untuk orang lain? Saat yang lain sibuk membicarakan gaji, saya cukup dibayar oleh kepuasan pasien dan tanda terima kasih mereka. Atau mungkin saat tidak ada lagi yang menghargai pekerjaan saya, saya masih menjadi tangan bantuan dari Tuhan untuk penyembuhan umat Nya. Dan saya sangat suka membaca. Alasan apalagi yang saya butuhkan untuk menolak menjadi dokter? Ya, saat itu ada satu alasan; urusan akademik.

Memasuki SMA unggulan tidak membantu saya untuk mengingat tujuan utama saya disini. Bukanya belajar, saya malah sibuk mencari teman dan pengalaman. Sebenarnya saya tidak sepenuhnya lupa tujuan utama saya disini, namun saya lupa untuk berusaha menggapainya. Saya hanya sambil lalu mengikuti pelajaran, beberapa kali bolos, dan kehidupan saya hanya terisi dengan kegiatan extra dan berkumpul bersama teman-teman. Menyesal? Tidak. karna pada tahun ketiga, saya telah sepenuhnya sadar dan siap untuk menggapai mimpi saya. Sangat sulit mengubah kebiasaan untuk belajar dari bangun tidur sampai tidur lagi, mengingat saya bahkan tidak pernah belajar kecuali ketika exams week di tahun pertama dan kedua. Tapi ini demi mimpi saya. Semua orang meremehkan keinginan saya untuk menjadi dokter dari Universitas unggulan di Jogja. It’s bloody hell hard, they said. Tapi saya ingin itu, dan hanya itu, dan saya harus bisa mewujudkannya. Bahkan ketika saya diterima di universitas swasta dimana ayah saya mengajar, semua orang masih meremehkan saya. Mereka bilang itu nepotisme. Mereka nggak tau bagaimana saya khawatir dan belajar keras untuk ujian tersebut. Dan ketika saya gaga ldi seleksi undangan, saya hanya punya waktu 18 hari untuk persiapan seleksi tulis. Untungnya, saya tidak pernah benar-benar berhenti belajar, jadi memulai usaha keras bukan jadi PR besar. Menyiapkan mental dan optimism adalah tugas besar saya. Dan hari H ujian. Semuanya berjalan lancar kecuali sakit maagh yang datang. Saya sudah tidak peduli dengan hasilnya, karna saya sudah melakukan yang terbaik dan biar Allah yang menentukan.
Lalu pengumuman pun datang. Saya tidak siap gagal lagi… bismillahirrahmanirrahim. Saya buka dan …. Alhamdulillah saya diterima di fakultas kedokteran universitas negri terbaik disini. Dan ini bukan akhir dari mimpi saya. It’s a very beginning. Ini saatnya saya memulai perjalanan saya, dan juga mengingatkan orang lain untuk punya impian dan menghidupkannya, seperti yang saya lakukan. And I’ve been striving hard here, but always have a smile in the end of day. Karna sekarang, saya bisa berkata: I’m living my dreamJ now, would you?

Friday, January 6, 2012

adoring in a very fine meaning


Now playing: Daydreaming - Adele

he's my favorite type of guy. he fulfills 75% of my what-i-could-say-criteria. i kinda like him but he doesnt know me. at all. i'm 3 years away from him, i'm at medschool and he's engineering school. we hardly know each other, so i let my hopes away. but that's not the point.

he opens my mind about the world. the more i seek info about him, the more i know how passionately he chases his passion, in the middle of ovey-dovey people. he knows what he wants and how to get that. if it's not enough, he's running, chasing his dream; not only by talk, but by a real action. then i think about myself, how about you Nin? you always said you wanna be a part of global world, of a change, but what did you do? nothing.
and i tried to do some research on my dreams trough web & do blog walking trough inspiring blog. well, now i finally found my passion for once more and..... finally meet the courage to chase it, even it just little by little.

bismillah, i said in a whisper. please, Allah, bless me in every way. thank You SO MUCH for these lessons, for waking me up, for ringing the bell so i get up earlier and start to do what i've gotta do. thankYou Allah:)
and i still have the admiration for that guy. and hopefully i can finally get to know him :)