Ini bukan hal yang mudah untuk saya. Sampai saya menuliskan blogpost ini, saya masih belum 100 persen yakin. Ini kah yang terbaik?
Saya mengikuti berbagai program dan project yang bikin saya kehilangan focus. Saya tidak lagi memprioritaskan pendidikan. Saya pikir: I'll get old and boring with this medical stuffs. This is my young, I will take all the things outside meds stuffs. Saya lupa bahwa once, being a medical student is a thing that I wouldn't trade with anything. Saya terlalu apatis dengan bidang yang menuntut banyak kesempurnaan ini. kalau boleh bilang, saya nggak tahan dengan environment kampus yang menurutku banyak orang yang get trapped in routine without excitement. Mereka kelihatan capek, pucat dan nggak menarik.
Awal sekali saya masuk kampus ini saya bertanya pada diri saya sendiri: mana nih anak-anak yang passionate kedokteran?
Nggak banyak yang terlihat demikian. Yang banyak saya lihat adalah orang-orang yang strive for perfection, individualist, orang-orang yang sombong tentang akademik maupun golds and blings, orang yang jalani-apa-yang-ada.
Seharusnya saya mengingatkan pada diri saya sendiri, juga waktu itu: bahwa memang ini lah kenyataannya. Saya nggak bisa lari dari environment ini.
Kalau saya selalu punya banyangan tentang orang-orang passionate yang mencoba do something great and awesome, be friendly and all, mungkin mereka memang bukan disini. Mungkin orang-orang tersebut ada di fakultas yang mengedepankan inovasi dan kebebasan. Bukan di sekolah seperti ini.
Saya lupa
Dan hampir setahun ini saya lupa.
Sampai saya membuka lagi goals saya. Perfect GPA for whole 1st year is totally achievable, yet I didn't achieve it.
Saya selalu ingin untuk menjadi hebat. Saya pikir, dengan saya mengikuti banyak kegiatan diluar medis, saya akan jadi hebat. Tapi sebaliknya.
Saya tidak bisa mendapatkan apapun dari meraih terlalu banyak 'benda' tersebut.
Saya mau aktif di hal-hal luar, tapi saya nggak bisa karna jadwal kuliah yang mengikat. Saya mau focus kuliah, saya nggak bisa karna saya sudah get attached with those things, pikiran saya selalu mengelana ke sana. Ada banyak what ifs yang terjadi di kepala saya.
Saya benar-benar kehilangan focus. Dan saya menuliskan ini untuk mencegah orang lain merasakan hal yang sama.
Saya mencari my other self potential di saat saya harus focus. Dan apakah saya berhasil? Until now, not. Saya harusnya sadar bahwa saya tidak bisa membangun sesuatu dari nol dengan tanggung jawab study saya yang sekarang. Detik ini, saya kehilangan arah. Detik ini, saya nggak tau saya harus apa. Medical stuffs have been so far from mymind lately yet I have one huge and scary exam next 2 weeks.
Saya selalu suka dengan achievement kak mesty ariotedjo, tapi saya harus mengingatkan diri saya sendiri bahwa apa yang ia kerjakan telah ia bangun sejak sebelum kuliah. Ia tidak mencari jalan. Dengan koneksi yang telah ia punya, jalan itu akan terbuka lebih lebar. Sedangkan saya?:)
Saya pernah punya keinginan to be good at many fields. Saya tau bidang2 apa saja itu. Tapi makin kesini, saya makin merasa ridiculous. Saya nggak mungkin bisa focus and excellent on them.
Mulai sekarang, saya ingin membuat diri saya lebih focus pada tujuan-tujuan awal saya:
Bismillah..
- Nilai yang baik. (specific target is not to be publishedJ)
- Have a Part time job as a writer.
- Belajar bidang lain dari buku/seminar. Not from 3 hours of browsing, or not from streaming 2 hours of youtube videos. That's nonsense.
- Jangan memberatkan diri. Kalau tau bahwa tidak mampu, jangan memaksakan mencari jalan dari mengabaikan prioritas2 utama seperti agama, keluarga, dan pendidikan.
- Bertanggung jawab atas organisasi yang telah saya ikuti. Be good on it. One step at a time. Jangan gegabah untuk meraih semua kesempatan bcs it wont turn out good.
- Jangan pernah melupakan hak dan kewajiban agama karna kesibukan dan prioritas-prioritas tersebut. It's such a fool to forget the One who takes care of your life.
- Satu target besar lagi yang hanya bisa dicapai kalau kamu punya nilai yang excellent nin: to study abroad. jangan lupa ya:)
Karena dokter itu butuh skill social
Tapi butuh lebih banyak, dan jauh lebih banyak knowledge.
Ayo nina, semangat! Buktikan kalau kamu bisa. Berikan yang terbaik. Jadilah dokter yang know-it-all, seperti harapanmu sejak dulu. Hates anatomy? Remember when at night you were imagining about the awesome anatomy? Yuk buka hati, mata, telinga. Jadi best of your self nggak harus jadi orang dengan banyak skill. Tapi juga bisa berarti orang yang sangat ahli di satu bidang. Sedang bidang lainnya merupakan poin plus-plus yang bisa dicari atau diraih setelah poin utama tercapai. Jangan mudah terintimidasi sama orang-orang sombong ya nin. Emang banyak banget, Cuma kamu nggak mungkin membasmi mereka semua kan? Get used to it. Kuatin mental. Cuek sama pengaruh-pengaruh menciutkan mental itu. You are you. Percaya Allah punya jalan masing-masing. You have Allah and nice family and awesome friends. You' re saved.
dan satu hal. saya mungkin salah, saya mungkin ragu, tapi saya melakukan dan memutuskan juga mempertimbangkan dengan kesadaran. if something happens to me that means i'm kind of wanting it, kecuali hal-hal yang hanya-Allah-yang-tahu. tapi sejauh ini, apa yang saya lakukan merupakan hal yang secara sadar saya pilih, dibantu oleh 'tangan-tangan' Allah yang selalu menjadi Guide saya.:) terimakasih, Allah.
"Commitment is like riding a rollercoaster, what ever u feel, u cannot get out of that until it is finish."
"Allah tidak akan merubah suatu kaum,kecuali ia mengubah nasibnya sendiri"
"jika telah kamu selesaikan dengan sungguh-sungguh suatu pekerjaan, maka selesaikanlah pekerjaan lain." (agama mana yang sedetailini menerangkan umatnya tentang etos kerja?:))
"When I was young, I observed that nine out of ten things I did were failures. So I did ten times more work."- George Bernard Shaw
"losers quit when they're tired. winners quit when they've WON"
"I’m tough on myself in terms of my standards, but that’s also part of my pleasure: knowing you are being your fullest self."
"it's not about just living the life, it's about having a hope in dream. yet it's not only about having a dream, it's about striving real hard to get it. and after all, it's only about God behind it all;-)"
“That’s what happens sometimes. Friendships are lost, altered, damaged. People change, or you simply finally appreciate who they have been all along… And so you realize they don’t have a space in your life anymore. Doesn’t matter how long it’s been, how deep it’s gone… It happens, it ends. You move on.”
“You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.’”


3 comments:
WOW! that was very nice article! your article motivated me to reach my biggest dream! i just graduated from my highschool and now i continued my study in school of economy cause i wanna be a profesional accountant/bankir! thankyou for this awesome article ;)
Suka pas kamu menyebutkan sombong dan individualis! Memang seharusnya sikap tersebut ga perlu diekspos keluar dari diri masing - masing even though kadang orang - orang itu ga sadar gara - gara lingkungan "so-called-belajar" sudah digeluti sejak kecil dan membentuk mindset mereka indirectly, dan terkadang orang semacam saya yang ga akademis sama sekali juga secara ga sadar menyombongkan diri. Awesome post, less-so-called-academic-nowadays girl. Keep up! :)
dlistentoT9pas buka blog pas banget baca ini pas banget sama apa yg lg aku rasain nin :)) semangat ibu dokter :))
Post a Comment