Sunday, June 10, 2012

larut malam dan otak kanan


foto yang aku unggah di deviantart pada Februari 2009. dulu aku produktif sekali:_)


sudah punya kebiasaan ini sejak SMP; bangun sampai larut malam, baca majalah/ internet random dan punya banyak ide popped out. kayak pop corn yang lagi di bikin di cinema, pop pop pop gitu. loncat-loncat sesuka hati, nggak terarah, tapi toh semua orang menikmatinya, begitu juga aku. so let's have a map about my random thoughts tonight!

trip 3 hari jakarta-lampung-jakarta sebenernya cuma meninggalkan capek, masuk angin, baju kotor, makanan dan dompet yang menipis. ke jakarta numpang tidur, ke lampung numpang makan, numpang ke hajatan keluarga, numpang tidur, dan ke jakarta lagi cuma numpang duduk dan pipis. tapi lebih dari itu, pengalaman super fast yang aku dapet itu lumayan bgt! alhamdulillah:) pertama kali keluar jawa-bali, ketemu banyak orang dari daerah yang berbeda, tau arti keluarga lebih dalam, a road trip for 18 hours, makan anak mas lagi (for sure!!), dan lain sebagainya. a mini trip like this is more refreshing than a long one, i thought. a long one brings the laziness out of myself and that's what mager stands for. males gerak. males move on ke realita. bisa aja aku stay di lampung longer, tapi berarti bolos kuliah dan males banget buat balik ke rutinitas. rrr...

i've been adoring a guy named G.T. dari SMA aku tau dia sebagai aktivis, bareng Alanda Kariza. aku selalu suka sama tulisan-tulisannya di blog. awalnya, dia cuma nulis kesehariannya kayak remaja normal lainnya. tapi lama-lama dia mulai nulis tentang politik dalam bentuk essai bahasa inggris. it aint easy to understand a long political essay with a really good grammar wrapping them all. tapi aku--nggak tau gimana, tetep bisa nikmatin tulisan-tulisannya dia. he's absolutely a really wide open-minded. indonesia needs more of that kinda guy. saya juga butuh lebih banyak cowok-cowok kayak gitu...#ngelantur. lols kidding. aku cuma mikir betapa indahnya dunia kalo cowok-cowok yang isi otaknya cuma dapetin cewek-cewek cantik itu bisa lebih mikir lagi tentang dunia yang subhanallah luasnya. tapi jangan salah, aku bukannya adore cinta-cinta an gitu. aku lebih ke arah terinspirasi banget sama orang ini ini!:) sayang, dia udah jarang update blog dan twitter dan jejaring sosial lainnya..

betapa kangennya sama playlist 2009 juga sempet bikin penuh otak. i miss white shoes and the couples company, the trees and the wild, phoenix, santamonica, pure saturday, sore, dan band-band indie lainnya. musiknya yang bikin tenang, liriknya yang jujur dan identitas masing-masing yang bikin mereka stand out itu khas indie banget!!! sayang beribu sayang, industri musik lagi di monoploi sama jenis musik tertentu. musik-musik indie jadi susah berkembang. orang-orang kayak aku yang juga cuma hobi download juga termasuk pembunuh musik indie. sorry. been trying to get their CDs but never believe the online buying:" that aint a good excuse but.. well.. im telling the truth. well, indonesian indie music, you rock!

thamrin. ada 2 acara di thamrin yang barengan sama pentas saman di kampus. siapa sih yang nggak pengen pentas di kampus sendiri? kinda pride, bro. tapi... thamrin itu kayak punya ikatan batin dan tali takdir. tiba-tiba talinya keliatan nyatu dan ngiket ke satu rencana yang Allah mungkin kasih untuk aku. i'm still wondering and already preparing for them. semoga aku tidak salah baca pertanda yang Allah kasih ke aku:D


dan beberapa pikiran-pikiran random lainnya yang memenuhi otak... rasanya ada hubungan antara jam malam dan kerja otak kanan. anyone interested to study that? he he... :)




have a good day! let's start this brand new week with bismillah. may Allah give the blessings during the week, may us be better each day:-)

Friday, June 8, 2012

city trip

Happy Holiday, semua!
Semoga waktu kamu baca ini, kamu udah ngerasain bebasnya hari-hari kamu dari kejaran tugas atau kewajiban belajar atau kerja ya! Di edisi special liburan ini saya mau share sedikit pengalaman saya liburan lalu (kebetulan saya dapet 3 hari libur pada 2 minggu yang berbeda which was so much!)
Dari dulu saya selalu ingin keliling jogja dengan public transport, tapi sayang, saya nggak pernah cukup berani untuk melakukannya. Saya selalu punya terlalu banyak tempat untuk dikunjungi dan terlalu sedikit waktu, mengingat transportasi umum sangat tidak bisa diharapkan dalam keefektifan waktu. Saya kemudian memutuskan untuk tetap berkeliling jogja naik motor bersama sahabat-sahabat saya. Well, it’s my own challenge for myself: to discover jogja more.
Pada libur pertama, saya menggunakannya untuk berkeliling di daerah Jogokaryan. Daerah ini sudah sering saya dengar namanya, katanya sih kampung bule. Tapi saya tidak pernah benar-benar menyadarinya sampai saya ikut kelas tari di daerah tersebut. Saya melihat banyak bule sliweran di jalan gang ini. Penasaran saya membawa saya dan teman-teman saya untuk mengenal gang ini. Ya, memang hanya satu gang, tapi rasanya saya telah ber teleport ke Bali. Suasana kafe terbuka dengan interior yang cukup unik satu dan lainnya membuat saya lupa bahwa saya sedang menginjakkan kaki di daerah Bantul.
Saya memutuskan untuk menelusuri sampai ujung. Kemudian saya bertemu dengan LAF. Sebuah kafe yang cukup besar dan punya desain interior menarik. Kafe di Jogja jarang ada yang sebesar ini, saya piker. Setelah saya masuk, saya terkagum-kagum dengan berbagai artsy stuffs yang terpasang di dinding ataupun di lantainya. When modern meets art, mungkin itu cukup mendiskripsikan tempat ini. Berjalan ke dalam, saya menemui sebuah taman kecil dan sebuah mini stage. Menarik sekali, pikir saya. Tapi kejutannya belum selesai.
Di dekat taman terdapat sebuah tangga ke atas dan ke bawah. Pertama-tama, saya ke atas, dan ternyata ada sebuahalat industry yang sedang dipamerkan. Dengan desain sedemikian rupa, ia menjadi sebuah mesin besar yang menarik. Sayang, pameran telah usai, saya tidak bisa menikmati kerja mesin tersebut. Saya pun turun ke lantai dasar kemudian ke lantai basement, dan kejutan ke sekian pun mengagetkan saya. Disana sedang di pamerkan berbagai karya seni rupa. I was amazed! Banyak barang-barang seni menarik yang di tampilkan. Saya menyayangkan betapa kurangnya informasi orang luar terhadap pameran ini, padahal saya yakin seni seperti ini mudah sekali untuk dinikmati!
Saya lalu keluar dari LAF dan menuju Garden café, destinasi utama saya. Ekspektasi saya terhadap café tersebut adalah café kecil yang punya pohon besar di tengah-tengahnya. Tapi masuk-masuk, saya kembali dikagetkan oleh pameran seni rupa yang ada di sana (seni lukis). Kecil dan sederhana memang, tapi gambar-gambar tersebut mewakili seniman jogja yang berteriak ingin didengarkan. Saya harap, lebih banyak orang yang mendengarkannya
Interior garden café ini juga sangat unik, tiap cornernya punya nuansa yang berbeda; ada yang bernuansa ruang keluarga, ruang makan, ataupun ruang kongko biasa. Saya suka the idea of having a huge tree as a center, dan ada jembatan yang memutarinya. Lucu sekali! Worth to try! Dan sebenarnya ada beberapa kafe lagi yang ingin saya kunjungi disana, seperti K-meals (terkenal akan pizzanya) dan coklat monggo café (who doesn’t know about this brand?!:p), tapi sayangnya waktunya tidak memungkinkan. Mungkin kamu mau melanjutkan perjalanan saya yang tertunda tersebut, to just visit by those places?

Pada liburan di minggu selanjutnya, saya berhasil memaksa salah satu sahabat saya untuk berkeliling museum di Jogja. Tujuan pertama dan utama saya adalah Museum affandy. Bagaimana tidak, saya tujuh belas tahun tinggal di jogja dan saya belum pernah menginjakkan kaki sedikitpun di museum tersebut. Biaya masuknya cukup murah, yaitu Rp 10.000,00 jika membawa kartu pelajar. Terdiri dari 3 ruangan pameran, saya disuguhkan berbagai seni lukis yang indah. Kadang, saya bahkan tidak bisa menerjemahkan apa yang sedang digambarkan oleh para pelukisnya (affandy dan keluarga juga kerabatnya). Setelah selesai berjalan-jalan di sekitar museum, saya berkeliling area luar museum. Indahnya, dengan pepohonan yang rindang dan exterior yang juga indah. Pasti di masa kejayaannya dulu, museum ini lebih menarik lagi.
Setelah dari museum affandy, saya beranjak ke museum vedeburg. Sebenarnya, bukan vedeburgnya lah yang menjadi tujuan saya, melainkan tugu satu maret. Dengan bersusah payah menerobos pagar (gerbang utama digembok, dan saya tidak memanjat pagar!;p). disana ada beberapa pemain skateboard yang sedang latihan skill dan beberapa bapak-bapak yang membersihkan taman. Saya hanya duduk-duduk di rumput. Angin sedang baik-baiknya, sayajuga dimanjakan oleh sejuknya udara di siang itu. Pohon-pohon yang rindang dan nyanyian dari kendaraan yang lalu lalang seperti meninabobokkan saya. Tak terasa, saya bahkan sampai satu setengah jam berada di taman itu!
Destinasi ketiga adalah Monumen Jogja Kembali. Saya beberapa kali kesini dan selalu suka dengan luasnya taman dan area luar dari monument itu sendiri. Dan ternyata tidak hanya saya yang suka dengan bagian luar monjali, terbukti dengan adanya taman lampion yang juga menggunakan area luar monjali. Ada berbagai lampion yang terpasang sepanjang jalan. Walaupun sore itu lampion belum dinyalakan, tapi saya tetap bisa menikmati beragam bentuk lampion-lampion tersebut. Di sekitar kolam terdapat beberapa bench where we can just lay on and do nothing. Perfect thing to end the day, also end the trip 


i've upload all of the pictures on facebook. curious enough? please see them on my facebook:)

Thursday, June 7, 2012

growing up, another definition



too much transformation that i've been trough this year. too much. just too much. i can barely differ the reality, dreams and nightmare.
growing up now has new definition; it requires us to grow apart a little, to be alone, to be really lonely to just feel the whisper of our inner voices, and find ourself again, and reborn, again. and at this time, we're much stronger. i think we all need to be alone just to feel ourself again, to feel the taste of individualistic thoughts in order to become the fullest person we could ever be. don't let society defines us, don't let other people defines us.

"oh Nina mantannya si X itu ya?"
i'm really grateful i've never been acknowledged that way:_) it's not my favorite part of self.

just don't let anyone, anything, that will not stick to you forever defines you. you are you. shape urself better each day.


anw, remember our high school songs? one of them are santamonica's. i miss the indie-ness of those songss!! and one of my favorite is Ribbons and Tie.:)