Pada post kali ini saya akan membahas tentang vendor catering, undangan, dan souvenir ya! Edisi special sih, karena tiga vendor ini adalah vendor kerabat keluarga kami semua.
Katering
Hmm.. kata orang catering adalah vendor yang paling penting, paling inti, dari sebuah pernikahan. Kata orang juga, orang sini paling ribet kalo makanannya nggak enak atau nggak cukup. Dan hebohnya lagi, ada juga yang bilang kalo it doesn’t matter how luxe your wedding is, but if the catering fails, everything else will seem like a failure. Deg-degan juga ya…
Untuk urusan vendor satu ini, saya memang nggak pernah kepikiran yang lain, karena keluarga saya punya langganan catering tetangga. Menurutsaya, rasanya enak, harganya juga bersahabat. Pengalamannya di bidang wedding catering mungkin belum begitu tersohor seperti banyak catering lainnya di jogja, cuma insyaAllah saya percaya aja sama catering ini.
Ibu pemilik catering ini sudah seperti keluarga sendiri. Setiap ada acara, pasti kami meminta bantuan catering ini, nggak yang lain. Selain itu, vendor ini juga tidak pernah mengecewakan. Tidak pernah ada kejadian makanan kurang, service jelek, atau rasa yang tidak konsisten. Saya seneng banget saya bisa memasrahkan urusan wedding catering pada vendor ini. pemilik vendor ini juga mengerti betapa pentingnya catering bagi acara kami, saya melihat ibu ini benar-benar menghitung jumlah catering danmemberi banyak masukan soal makanan yang disajikan. Kami pun manut saja, toh kami suka semua hidangannya, saya pun tidak ada request khusus. Semoga bener-bener bikin tamu seneng ya!
Tips: always food testing first! Sebaiknya malah test food di nikahan-nikahan dengan vendor catering ini, biar tau apakah rasanya konsisten jika memasak dalam jumlah luar biasa banyak. Tanyakan apakah dimasak di tempat atau dirumah, berapa jumlah wedding yang ditangani dalam satu hari, berapajumlah team, bagaimana sistem pengambilan piring kotor, bagaimana untuk dekorasinya, apakah punya menu andalan, dapatkah kita meminta menu khusus, dan bagaimana penghtungan jumlah menu sesuai dengan tamu undangan, apakah perlu menambah jumlah, dan apa pertimbangannya.
Undangan
Kebetulan kakak saya punya percetakan, dan side projectnya adalah membuat usaha undangan pernikahan, jadilah saya memesan pada kakak saya. Saya bisa konsultasi setiap hari, karena kebetulan rumah kami juga berdampingan. Untuk urusan desain, saya sebenernya udah kepikiran desain undangan klasik, Cuma vendor undangan ini spesialisasi kearah undangan yang tipe pinterest-like. Saking nggak ada idenya, kakak saya sampe menyodorkan sejumlah desain yang bisa dijadikan inspirasi.. Alhamdulillah, akhirnya setelah beberapa desain yang kakak saya bantu carikan, ada juga yang cukup menarik untuk saya. Yey! (riset itu pentinggg banget)
Sejujurnya saya nggak bisa menceritakan banyak soal vendor ini karena prosesnya nggak pake mikir.. hahaha. Kayak, obviously saya pake vendor kakak saya. Saya pun bisa berinteraksi dengan desainernya langsung kalau ingin revisi dan butuh cepat (sebagai catatan, saya juga revisi berrrrkali kali kali kali), dan pada akhirnya banyak mempercayakan detailnya pada kakak saya (seperti jenis kertas dan tinta), jadi saya nggak bisa cerita banyak soal ini, sorry:”
Tips: tanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat sejumlah undangan, bagaimana jika ada salah cetak, apakah ada draft tulisan atau kita harus membuat dari zero, apakah dapat dibuatkan dummy nya, berapa kali boleh revisi desain/tulisan, apakah ada bonus-bonus tertentu?
Jangan lupa pastikan nama mempelai,nama orang tua mempelai, alamat keluarga, hari dan tanggal pernikahan, juga nama tempat dan alamat pernikahan benar, ya! cek ulang juga tulisan arab atau arti ayat jika memang mencantumkannya.
Souvenir
Untuk souvenir, saya punya satu goal, harus kepake! Wajib! Jadi saya nggak mau yang Cuma ditaruh doang di meja… Nah, awalnya saya udah dapet vendor souvenir yang saya inginkan. like, super duper dream souvenir! Tapi karena ada perubahan budgeting, saya harus ikhlas merelakan satu-satunya hal yang kayaknya saya super perjuangkan di nikahan ini *cry*. Saya kadang menyayangkan, kenapa ya harus dipangkas budget ini, Cuma ya balik lagi, kadang souvenir itu nggak esensial buat tamu, dan lebih penting acara di gedung itu sendiri. Lagipula, saya juga nggak merasa perlu memaksakan budget untuk satu hal tertentu, karena ya yang lebih penting daripada hari perniakahan itu adalah ya perjalanan setelah itu. Akhirnya mikir, apa ya yang lain?
Kebetulan sepupu jauh saya ada yang punya vendor, yang selama ini menangani packaging usaha yearbook kakak saya. Which means, vendor itu bisa bikin anything yang berbahan kulit sintetis, kanvas dan lainnya. Saya kemudian mengajukan satu benda, tapi kemudian sepupu saya merasa tidak bisa melsayakan finishing yang baik pada benda tersebut, jadi ganti lagi. Setelah mikir-mikir lagi, akhirnya, saya memilih suatu souvenir, yang saya nggak berharap banyak tentang itu. Turn out, dummy nya keliatan super cakep! Alhamdulillah.. Booking jauh-jauh hari juga bikin proses coba-coba, bikin dummy, milih kain, dan konsultasi jadi berjalan smooth dan enak. Pengrajinnya nggak merasa harus buru-buru jadi insyaAllah bisa maksimal. Semoga selalu seperti itu, deh, sampe barang-barangnya di tangan tamu nanti. Aamiin.
Tips: tanyakan berapa lama pengerjaannya, berapa pcs minimum,apakah ada maksimumnya, apakah kita bisa melihat contoh bendanya, apa saja stok warna yang ada, apakah bisa memberi packaging yang kita inginkan, apakah ada tambahan charge nya untuk itu, berapa biaya ongkir jika tidak bisa diambil sendiri, dan mungkin pertanyaan lainnya sesuai dengan benda yang dipesan.
Setelah ini mungkin vendor yang akan dibahas adalah ring box dan kotak seserahan, tapi mungkin masih lama ya, dekat-dekat dengan hari –H. hmm, apalagi ya yang dibahas? Ada ide?
No comments:
Post a Comment