Bab tentang vendor ini akan terbagi menjadi 2 post yang berbeda, karena bakal terlalu panjang kalau digabung. Disini saya cuma mau cerita tentang pemilihannya aja, belum sampai review tentang vendor, jadi nama vendor masih saya rahasiakan ya. Post ini bakal banyak membahas dekorasi, rias manten, dan baju pernikahan, hope it'll help!
Dekorasi
Ada satu vendor dekorasi yang direkomendasikan oleh sahabat dan kerabat mama saya, dan setelah saya cek instagramnya, ternyata lumayan bagus dan berpengalaman, jadi saya memutuskan untuk menghubungi vendor ini. Sebelumnya, saya udah email dan menghubungi vendor lainnya, tapi rasanya nggak sreg gitu. Sayangnya, saya nggak cukup banyak riset, sehingga ada beberapa vendor dekor yang bagus dan cukup berpengalaman yang saya lewatkan. Jadi, saya Cuma dateng dan ngobrol bener-bener sama satu vendor dekorasi yang udah direkomendasikan orang-orang terdekat saya tersebut.
Yang nggak boleh ditiru oleh bride-tobe lain adalah, bahwa sebenernya saya literally nggak tau mau dekor seperti apa. Dari dulu, ibu saya selalu bilang ‘udah, nikahannya besok kecil-kecilan aja ya biar uangnya bisa ditabung..’, jadilah saya nggak pernah punya bayangan pernikahan selain akad nikah, udah. Ditambah dengan persiapan ujian, tiap saya cari-cari inspirasi dekorasi pernikahan, ada rasa bersalah gitu karena skip belajar. Akhirnya, saya ambil contoh dekorasi yang umum dipakai, yang sering saya lihat di Instagram, sambil berdoa semoga bisa bagus juga buat nikahan saya nanti!
Seperti Bride-to-be lain, di sini adalah masa-masa lumayan intense sama orang tua. Saat itu orang tua- saya memutuskan nikah di gedung dan mengumumkan jumlah tamu undangan, saya yang dari dulu merasa bahwa nikahank nantinya kecil jadi merasa nggak well-prepared. Bahkan saya udah bikin list 20 orang yang akan sayaundang di nikahan saya! Tapi ya kemudian saya sadar, bahwa di budaya sekitar saya, kebanyakan nikahan itu untuk kerabat orang tua, jadi ya memang harus mengikuti orang tua aja
Balik ke dekor, waktu udah mantep ngasih tema warna dan dekorasi yang saya inginkan, saya ditanya tentang warna bunga dan saya stuck. Hmm.. mau apa ya? Mau bentuknya seperti apa? Letaknya dimana aja? Dan lainnya. so much thoughts into it ya.. mungkin karena saya juga nggak punya tema spesifik, sih… and it took weeks until I got the final dreamy décor that I want, tapi itupun masih sangat kasar dan sebagian besar saya serahkan ke vendornya. I thought, ‘yang penting nikah, deh!’ :p
Walaupun saya menyesalkan kenaa saya nggak serius dalam riset dan berkunjung dengan beberapa vendor di dekor di jogja, tapi saya cukup seneng bahwa tim vendor dekor yang saya pilih ini sangat helpful dan komunikatif. Menurut saya, ini pentingggg banget mengingat akan ada banyak hal yang bikin super stressful terkait dengan persiapan pernikahan, jadi ngobrol sama vendor harus happy!
Tips:
- pantau portfolio berbagai vendor dekorasi, lihat sosial medianya, cari tahu pengalaman dan apakah dia up to date terhadap dekorasi masa kini atau dekorasi lain yang kita inginkan.
- tayakan h-berapa jam dekorasi stand by, apakah bisa mengakomodir kursi, AC, Sound, atau tenda tambahan, apakah material dekor asli atau palsu, bagaimana menyiasati jika dalam 24 jam gedung dipakai 2 acara, dan lainnya.
- Yang nggak kalah penting, lihat juga bagaimana tim tersebut berusaha mengakomodir keinginan kita dengan budget yang kita punya, bagaimana caranya mengkomunikasikan pendapat-pendapatnya dan apakah mereka bisa mendengarkan yang kita inginkan.
Rias Manten
Seperti di post sebelumnya, awalnya saya punya MUA favorite yang saya suka banget hasil makeupnya. Tapi setelah pertimbangan satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan jasa perias manten saja. Perjalanan mencari rias manten ini juga lumayan tricky, karena dari awal, saya nggak pernah kebayang dirias dengan rias manten dan nggak pernah cari-cari sebelumnya. Memang, ada banyak rias manten senior yang terkenal di jogja, tapi setelah saya liat-liat hasil makeupnya, kok saya nggak sreg ya?
Setelah cari sana sini, ada satu perias manten yang lumayan muda (disbanding dengan perias manten lainnya di jogja, lho ya) yang hasil makeup nya saya suka! Setelah kontakan via whatsapp, saya baru tahu bahwa orang-orang pesen jasa perias ini bisa sampe 1 tahun sebelumnya, padahal saat itu saya udah 6 bulan sebelum hari H lho. Setelah bener-bener sadar kalo nggak bisa, saya (agak drama) bilang, “oh yaudah mba, kalo memang belum jodo nggak papa. Padahal saya suka banget lho sama hasil makeup mba..,” dan setelah itu mba perias ini bilang, bahwa minggu malemnya kosong, padahal saya maunya acara pagi. Setelah saya sudah hampir menyerah, beberapa hari kemudian perias ini chat saya, “mba kalo sabtu saya masih kosong..” dan saya pun antara bingung dan excited banget. Buru-buru saya bilang ayah dan ibu saya, kemudian menghubungi kantor ayah saya untuk menanyakan jadwal gedung tersebut. Dan alhamdulillah, masih kosong!
Sekali lagi, saya tuh percayaaa banget sama yang namanya takdir. Menurut saya, semua udah diatur, kita ketemu siapa, end up sama siapa, temenan sama siapa, sekolah dimana, dan lainnya, termasuk soal urusan vendor ini. jadi dari awal, saya berusaha semampu saya dan pasrah aja, kalo emang Allah berkehendak pasti terjadi kok. Dan alhamdulillah, rias manten ini masih berjodoh untuk jadi bagian di pernikahan saya, insyaAllah.
Tips:
Cari tahu service apa saja yang dapat diberikan. Apakah hanya makeup, atau dengan hairdo, apakah bisa juga untuk rias adat, adat mana saja yang bisa, bisakah membimbing kita dalam prosesi adat, apakah menyediakan kebutuhan prosesi adat tersebut, apakah menyediakan sewa baju adat juga untuk orang tua dan saudara, apakah punya tim lain untuk makeup keluarga inti maupun keluarga jauh, apakah tiap tambahan jasa/printilan pernak Pernik attire dikenakan tambahan harga, dan lainnya.
Baju Pernikahan
Untuk baju resepsi, saya bersikukuh mau nyewa. Walaupun sebenernya harganya nggak jauh beda sama sewa perdana yang standard, tapi wedding dress yang saya inginkan itu ribet banget dan akan sangat pricey, jadi daripada setengah-setengah lebih baik sewa aja. But this is super duper challenging sih..
Awalnya, saya ke tempat sewa yang cukup murah dan punya banyak banget stok. Literally banyaaak banget! tapi biasa aja gitu.. dan karena dari awal pikiran nikah sederhana masih melekat, jadi yaudah ada lah yang saya pilih. Next, ke beberapa tempat sewa yang ada di Instagram. Ada yang punya harga cukup reasonable tapi harus bayar baru boleh coba. kebijakan ini sulit saya terima karena menurut saya, sebagus-bagusnya kebaya, ini tuh tentang cocok engga kita pakenya, dan tanpa dicoba, saya nggak tau akan cocok atau engga. Akhirnya, saya ke beberapa persewaan kebaya yang kecil kecil gitu, tapi ya standar-standar gitu.. mulai hopeless dan mulai menyiapkan mental kalo harus bikin.
Terus saya menemukan sebuah salon persewaan, yang juga bisa sewa perdana, dengan pelayanan yang baik dan baju yang saya suka! Alhamdulillah banget… walaupun saya akhirnya bikin custom untuk pengantin pria, dan harganya juga jadi mirip sama sewa perdana, tapi buat saya it’s okay. Ya namanya jodoh itu ya, bisa jatuh cinta gitu liatnya, padahal ya ‘Cuma’ kebaya sederhana.
Tips sewa:
Tanyakan berapa hari sebelum hari H kita fitting, dan berapa hari sebelum hari H baju dapat diambil, apakah kita harus mencucinya di laundry atau hanya tinggal dikembalikan? Kapan maksimal dikembalikan? Jika terlambat apakah dikenakan denda? Apa sudah termasuk headpiece dan accecories lain? Apakah ada dari tim persewaan yang akan membantu mengenakan pakaian pada hari H?
menurut saya, akan lebih sederhana jika saya pinjam baju resepsi/akad dari perias manten saya, cuma ternyata saya nggak ada yang sreg sama baju yang tersedia disana..:)
Next: katering, undangan dan souvenir!
No comments:
Post a Comment