Monday, September 24, 2012

the roller coaster of feelings



days have passed, it's been almost 4 days straight.
and it's almost 4 weeks straight.
sejak isi otak dipenuhi sama segala bentuk kata cinta dan konotasinya.

aku berusaha untuk nggak menyalahkan lingkungan yang sangat amat penuh dengan cinta-cintaan, tapi nggak bisa dipungkiri, itu jadi salah satu alasan kenapa aku akhirnya mau mencoba buka... hati.. untuk.. seseorang.
orang yang... dulunya, seharusnya, dan ngakunya (dan emang bener sih, kadang) selalu berusaha untuk bikin aku seneng, selalu berusaha jadi my number one supportive person. 
dan emang menyenangkan, punya orang yang bisa dengerin cerita, bisa jadi pukpuk person tiap sedih, dan ... seharusnya jadi orang yang selalu ada ketika di butuhkan.
seharusnya?
karena dia memang nggak selalu ada ketika dibutuhkan, so far belum pernah muncul waktu aku bener-bener butuh orang lain.
it's been months, i havent been had an issue about this stuffs.
 selama ini, selalu duniaku dan aku, di pikiranku.
until the idea of having someone to share my happiness knocked down my thought.

otak yang biasanya diisi dengan target to achieve pada jangka waktu tertentu jadi diganti oleh kalender perkembangan hubungan. kayak bayi yang berusaha merangkak, satu-satu hal baru terjadi, dan pelan-pelan ada yang berubah... sampai fasenya jadi stagnan lagi. sampai cewek yang biasanya di buku cerita klasik jadi pihak yang dimanja dan di kejar ini... bingung. 

masa iya, orang suka tp gk ingin sering ada waktu dibutuhin?
and after 2 years of chasing.. so called chasing me.. masa segini aja? masa dengan pintu yang udah dibuka lebar-lebar.. gini aja nih?
sama aja kayak anak smp yang deketin temennya beda sekolah.

dan disini aku nggak berusaha mengecilkan arti orang itu; he's a real smart, active, kind, good looking and all. im kinda amazed of what he has achieved so far.
he's the criteria you need an ideal boyfriend, maybe.

tapi sejauh ini, belum liat sampai mana perasaan itu ditujukan ke aku.

dan aku capek nunggu. capek... this isnt the first cycle.
it's been 2 years;  i like the idea of you being really nice to me.. then you nice tome.. then... nothing happened. and all over again.


dan orang-orang yang selalu ada, selalu mencekoki dengan hal-hal berbau cinta, coba perhatikan.
kalau biasanya aku bikin rajutan hari dengan benangku sendiri, dan aku mencoba memasukkan benang orang lain di rajutan itu, lalu ternyata seiring berjalannya waktu, rajutan dari benang orang lain itu rusak, atau bahkan habis.... apa yang harus aku lakukan dengan rajutanku?

sekarang aku merasakannya. not only talking about 'that' guy. ini juga tentang janji-janji, omongan-omongan santai pria-pria lawan jenis yang berusaha mencari perhatian gender wanita dengan kata-katanya... yang akhirnya dipercayai oleh wanitanya... dan akhirnya pria-pria itu tidak bisa mempertanggungkan apapun yang terjadi dengan rajutan rusak, dengan rajutan berlubang, atau bahkan merusak hasil rajutan itu sama sekali.

"dont say you love me unless you mean it, because i might be doing something crazy like believe in it"

ini juga mungkin tentang aku dan ketakutanku yang terlalu banyak.. dengan keenggananku untuk melakukan penyesuaian lebih banyak, aku yang apatis terhadap perbedaan yang harusnya bisa jadi hal yang menarik dan tidak membosankan.
tapi aku lelah membuat jembatan.
aku ingin dibuatkan jembatan dan hanya tinggal berjalan santai sambil melihat pemandangan sepanjang perjalanan.
bisa?
:)

aku ingin bisa berbicara tentang apa saja, dimengerti akan kebanyakan hal, dan mendengarkan cerita menarik akan hidup seseorang. aku ingin dilindungi, ditemani dan di hibur. 
not merely a bucket list of a perfect boyfriend.

aku masih se-egois ini, aku masih se-fragile ini, aku masih se-penakut ini. siapa lagi yang masih mau memaksakan aku untuk dekat-dekat sama asal laki? 
siapa yang masih mau tanya kenapa aku masih single?

udah kelamaan sedih dan mikir. hari ini mau mencukupkan semua. this is going to be the one of the most honest blogpost this year, but.. this is the only way im gonna survive. too much thought in the pool of my brain..



p.s: or this might be not about feelings, it's more about the... destiny.

No comments: