Showing posts with label medicine. Show all posts
Showing posts with label medicine. Show all posts

Tuesday, March 13, 2012

met a passionate doctor

ditengah sibuknya kuliah, ditengah banyaknya tulisan abstrak yang harus dimengerti dan di hafalkan mati, kelas tutorial jadi salah satu kelas yang inspiratif buat aku. kita study kasus, walaupun masih dasar, tapi kita menyentuh realita dari penyakit-penyakit yang ada dan (masih) sederhana.
saat itu seorang dokter wanita membimbing kami. sepanjang diskusi kami, beliau hanya diam dan tampak tidak ekspresif. aku pikir, diskusi kelompok kami mungkin terlalu membosankan. tapi yasudah lah, mungkin banyak pasien yang kasusnya lebih menarik untuk dipikirkan daripada memikirkan diskusi kelompok kami. tapi pada akhir diskusi, saya jadi yakin kalau beliau mendengarkan, karna beliau mengutarakan pendapat tentang celotehan-celotehan kami mengenai kasus ini. beliau membagikan sedikit ilmunya kepada kami, menjawab pertanyaan-pertanyaan kami tersebut. mengetahui beliau menjawab dengan sangat lancar, saya curiga beliau sudah mengambil spesialis di bidang tersebut (genitary, aku pikir beliau spesiali kulit dan kelamin, atau obsgyn). ternyata beliau dari spesialis anak. iya, spesialis yang terkenal dengan dunia residennya yang keras. mendengar cerita kakak kelas tentang kehidupan-setelah-menjadi-dokter yang tak kalah beratnya daripada mengejar gelar S.ked, aku pikir, residen anak pasti jadi salah satu pintu 'siksaan' lainnya. kemudian aku tanya pada dokter tersebut.

"dok,spesialis anak susah ya?"

"kalau kamu suka sesuatu, semua pasti terasa menyenangkan dan ringan, kan?"

lalu mataku berbinar-binar, entah beliau menyadarinya atau tidak. one thing i dislike about medicine is that the people are too much into reality. they forget how to have a dream 'cs reality itself is just good enough to live in. mereka jadi terlalu saklek dan memandang pengalaman sebagai fakta mutlak. mimpi-mimpi saya hampir mati karna cerita tentang sulitnya kehidupan spesialis dan sekaligus susahnya kehidupan dokter umum. mungkin mahasiswa kedokteran terlalu sibuk dengan pelajarannya sehingga lupa untuk membaca buku-buku dengan genre selainkedokteran dan (sedikit) hiburan. hey, dunia itu luas, yang hebat itu JAUH lebih banyak daripada cuma dokter yang menyalurkan penyembuhan dari Allah. kenapa bangga berlebihan? mungkin banyakyang menganggap bahwa menjadi dokter sudah cukup oke untuk punya impian lain. menganggap bahwa sulitnya sekolah adalah realita yang tidak mungkin satu orang pun elakkan. rasanyajahat menyebarkan feeling-feeling buruk tentang sulitnya sekolah. mereka mematikan sayap-sayap mimpi saya. mereka bilang mimpi tidak cukup, padahal mimpi lah yang membawa saya lolos ke fakultas kedokteran terbaik se-Indonesia ini.


terimakasih, dok, untuk satu kalimat berharganya. saya harus bersyukur atas pengalaman ini. saya jadi punya positive thoughts tentang kampus dan kehidupan kesehatan; bahwa tidak semua orang disini mengejar sesuatu karna ingin semua yang terbaik, atau materi yang berlimpah, atau bahkan gengsi semata. masih ada orang yang punya pengalaman cukup banyak hingga mencapai spesialis dan masih memegang teguh passionnya:)

alhamdulillah