Memulai Menyusui
I think, i did it all right. Aku memulai perjalanan menyusui sejak hamil, mengawalinya dengan belajar dari berbagai sumber; youtube, webinar, baca-baca, nonton cara perlekatan, beli peralatan menyusui dari nursing bra, suplemen ASI, pompa ASI, sampe lansinoh kecintaanku untuk mengatasi cracking nipple. Sesaat setelah melahirkan, aku pun langsung IMD, gentian dengan suami juga. ASI-ku atas izin Allah langsung keluar, entah banyak atau engga, karena aku saat itu nggak mompa, tapi setidaknya BB anakku di 10 hari pertama turun nggak lebih dari 10% dan BB terus naik optimal hingga 6 bulan berbekal ASI aja. Hari-hari awal menyusui cukup berat. Anakku bangun tiap 30 menit-1 jam, menyusu 15 menit lalu tertidur, jadi kapan dong aku bisa istirahatnya :))) Aku juga mengalami cracking nipple sampai nangis-nangis tiap menyusui, tapi untung aku sudah belajar, jadi aku yakin ini akan berlalu, sambil terus berusaha memastikan aku telah melakukan perlekatan yang optimal. Ada hari-hari dimana anakku menyusu lebih lama dan lebih sering, tapi aku juga sudah pernah baca tentang growth spurt jadi aku santai aja, just breastfed her based on her own demand lah. Sering juga panik kalo lagi di luar rumah dan anakku nangis minta disusui, panik cari tempat yang aman dan nyaman untuk menyusui sampai dia kenyang. Ada juga momen dia kolik sehabis aku minum susu sapi untuk pertamakalinya. Sayangnya, aku kemudian nggak sadar kalo itu tanda dia alergi susu sapi. Aku kira hanya kebetulan saja.
ASI-ku tinggal tetesan
Setelah anakku ada masalah BB, ketauan alergi susu sapi, mulailah coba susu formula berbasis soya dan juga sufor terhidrolisa parsial. Anakku mau tuh, susu soya... tapi 2 minggu dari hampir 1 bulan minum susu soya, dia muntah muntah.. banyak dan tiap hari. Setelah aku cek feses ternyata ada darahnya.. Tanda alergi sufor soya juga :") yasudah... akhirnya konsul dsa gastro, dan disuruh milih sufor hidrolisa sempurna atau balik ASI dengan jumlah tertentu. Aku pilih coba ASI dulu.. lalu aku pompa.. ternyata sehari hanya bisa dipompa 5-10 ml saja. 24 jam ya permisa :)))) wow rasanya :)))) huft. mati-matian bangun malem, bangun dini hari, power pumping, pompa tiap 2 jam sambil nemenin anak, nyuapin anak, masakin anak.. perjuangan banget... what a powerful moment sih kalo diinget-inget.. how did i do it all? cuma motivasi anak dan izin Allah yang bisa bikin aku kayak gitu. Alhamdulillah, atas izin Allah bisa naik produksi ASI-ku dan alhamdulillah BB beranjak naik..
Belajar menyapih diri sendiri
Seringkali aku capek banget pompa tiap 2 jam, jadi nggak semangat dan males-malesan pompa.. Tapi setelah liat kok ngaruh di hasil pompaan ASIP yang makin dikit, aku jadi sedih dan memaksa diri untuk semangat lagi, karena kalo rajin bisa kok naik lagi produksinya. Sering mikir, kapan ya ini selesai.. lalu ingetin diri sendiri nanti pas anakku dua tahun udah kok. Atas izin Allah ASIku membantu anakku tumbuh dengan baik, membawa ia dari dekat garis merah ke dekat garis hijau di growth chart-nya. Dan sebulan sebelum dia 2 tahun, aku..mulai..galau banget. hahahah. aku merasa, ASI adalah susu sumber nutrisi paling aman untuk dia, paling mudah dicerna untuk tubuhnya, dia mau, dan aku nggak merasa bersalah mengusahakan sedemikian rupa agar ia mau minum ASIP-nya. Belum lagi kenyamanan proses menyusui untuk aku dan anakku.. Galau banget.. apa harus aku sapih umur 2 tahun, apa susu penggantinya, gimana kalo nggak minum susu sama sekali, apa dia bisa hidup tanpa ASI, apa dia bisa hanya mengandalkan makan aja.. dan semuanya aku pikirin. Akhirnya aku galau berat dan jadi cranky :') anakku pun jadi sadar aku lebih nggak sabaran... dia juga ikut cranky:))) lalu aku sadar... ternyata berat juga untukku pada proses penyapihan ini. Melihat Cila tumbuh dengan baik dengan ASI, melihat keluhan Cila membaik setelah full ASI, melihat begitu banyak manfaat ASI untuk anakku.. membuat aku berat rasanya untuk melepaskan ASI. Tentu, ini nggak akan mudah untuk aku dan anakku, jadi aku mau pelan-pelan aja.. aku mau ikutin anakku dan keikhlasan ku sendiri. aku nggak mau menyapih dengan buru-buru.. pelan-pelan aja, asal kami berdua ikhlas. Akhirnya aku diskusi sama suami, dan mencoba untuk menyapih siang dulu (dimana oleh orang-orang lain ini udah dilakukan dari sebelum 2 th tapi aku nggak mau, aku ngotot mulai menyapih di usia 2 tahun). setelah 1-2 minggu dia udah lebih terbiasa tanpa menyusu, aku baru akan mencoba malam tanpa menyusui sama sekali. Perjalanan ini baru akan dimulai.. tentu aku belum tau apa aja tantangannya nanti. Tapi bismillah, berdoa agar Allah selalu memudahkan dan menyertai langkah kami. Aammiin
No comments:
Post a Comment