Sebelumnya, aku udah cerita tentang 'beratnya' jadi ibu pada tahun pertama kehidupan anakku. Setelah mengalami ups and downs, akhirnya sekarang-sekarang ini aku merasa jauuuuh lebih baik dan itu karena aku mengusahakan kesehatan mentalku. And for me, it's not as simple as self care.
Setelah beberapa kali konsul ke psikiater via alodokter (she's super nice btw!), dan beberapa kali juga disarankan minum obat, aku mulai stuck. Kalau solusi dari psikiater adalah terapi temu langsung yang aku belum bisa lakukan, karena belum bisa ninggal anak, dan juga obat yang aku belum mau karena masih ASI, aku merasa harus cari bantuan lain. Entah gimana Allah mempertemukan aku sama solusinya. waktu aku cerita ke temenku, eh ternyata dia juga abis konsul ke psikolog online, via telfon. wow, kok menarik. Lalu aku mulai cari tau, browsing, membandingkan harga.. Akhirnya aku mantap untuk konseling via telfon dengan psikolog dari sebuah wadah psikolog online.
Pertemuan (telfon) pertama adalah konseling umum, diidentifikasi masalahnya dan lain-lain sampai disusun rencana terapi kalau aku menghendaki.. akhirnya aku terapi beberapa minggu setelahnya. Aku ngga rutin terapi tiap minggu, tapi kalo weekend kosong biasanya aku sempetin. And it helps me a lot.
Aku jadi sadar bahwa i still carry the emotional baggage that i have since my childhood, and i throw it all to my baby. Aku jadi tau mana pikiran irasional dan rasionalku, mostly pikiran irasionalku bentuknya kayak judgement negatif ke diri sendiri, sangat amat nggak sehat. Aku jadi lebih menghargai hal-hal kecil tentang aku dan anakku, tentang hubungan kami berdua. Aku merasa harus mengusahakannya karena she's all that i have and i'm all that she has entah sampai kapan. Aku ingin dia tumbuh menjadi anak yang sehat secara fisik dan mental, and it has to start from me, her mother, her very first caregiver.
Jadi kalo masih ada yang bertanya-tanya, worth it nggak sih konsul ke psikolog? worth it banget! tapi, psikolog juga cocok-cocokan.. jadi berusahalah sampe ketemu yang cocok. Bedanya psikiater dan psikolog adalah, kalo psikiater umum, biasanya fokus ke diagnosis dan terapi obat, juga fokus sama masalah yang sekarang. aku beruntung dapet psikiater yang mau empati, mau menggali masalah, dan jadi temen bicara, karena pernah juga dapet psikiater yang cuma fokus di diagnosis dan terapi aja. Nah, kalo psikolog, dia akan cari root masalahnya dan berusaha membantu kita untuk menyelesaikan masalah dari rootnya. Sebelum akhirnya ke profesional, aku juga udah banyak googling tentang self healing, coba meditasi guided di internet dll, tapi it didn't work that much on me.
Dear mothers, i believe our family deserves the best version of ourselves, and we deserve to be happy while taking care of our family.

No comments:
Post a Comment