Friday, June 8, 2012

city trip

Happy Holiday, semua!
Semoga waktu kamu baca ini, kamu udah ngerasain bebasnya hari-hari kamu dari kejaran tugas atau kewajiban belajar atau kerja ya! Di edisi special liburan ini saya mau share sedikit pengalaman saya liburan lalu (kebetulan saya dapet 3 hari libur pada 2 minggu yang berbeda which was so much!)
Dari dulu saya selalu ingin keliling jogja dengan public transport, tapi sayang, saya nggak pernah cukup berani untuk melakukannya. Saya selalu punya terlalu banyak tempat untuk dikunjungi dan terlalu sedikit waktu, mengingat transportasi umum sangat tidak bisa diharapkan dalam keefektifan waktu. Saya kemudian memutuskan untuk tetap berkeliling jogja naik motor bersama sahabat-sahabat saya. Well, it’s my own challenge for myself: to discover jogja more.
Pada libur pertama, saya menggunakannya untuk berkeliling di daerah Jogokaryan. Daerah ini sudah sering saya dengar namanya, katanya sih kampung bule. Tapi saya tidak pernah benar-benar menyadarinya sampai saya ikut kelas tari di daerah tersebut. Saya melihat banyak bule sliweran di jalan gang ini. Penasaran saya membawa saya dan teman-teman saya untuk mengenal gang ini. Ya, memang hanya satu gang, tapi rasanya saya telah ber teleport ke Bali. Suasana kafe terbuka dengan interior yang cukup unik satu dan lainnya membuat saya lupa bahwa saya sedang menginjakkan kaki di daerah Bantul.
Saya memutuskan untuk menelusuri sampai ujung. Kemudian saya bertemu dengan LAF. Sebuah kafe yang cukup besar dan punya desain interior menarik. Kafe di Jogja jarang ada yang sebesar ini, saya piker. Setelah saya masuk, saya terkagum-kagum dengan berbagai artsy stuffs yang terpasang di dinding ataupun di lantainya. When modern meets art, mungkin itu cukup mendiskripsikan tempat ini. Berjalan ke dalam, saya menemui sebuah taman kecil dan sebuah mini stage. Menarik sekali, pikir saya. Tapi kejutannya belum selesai.
Di dekat taman terdapat sebuah tangga ke atas dan ke bawah. Pertama-tama, saya ke atas, dan ternyata ada sebuahalat industry yang sedang dipamerkan. Dengan desain sedemikian rupa, ia menjadi sebuah mesin besar yang menarik. Sayang, pameran telah usai, saya tidak bisa menikmati kerja mesin tersebut. Saya pun turun ke lantai dasar kemudian ke lantai basement, dan kejutan ke sekian pun mengagetkan saya. Disana sedang di pamerkan berbagai karya seni rupa. I was amazed! Banyak barang-barang seni menarik yang di tampilkan. Saya menyayangkan betapa kurangnya informasi orang luar terhadap pameran ini, padahal saya yakin seni seperti ini mudah sekali untuk dinikmati!
Saya lalu keluar dari LAF dan menuju Garden café, destinasi utama saya. Ekspektasi saya terhadap café tersebut adalah café kecil yang punya pohon besar di tengah-tengahnya. Tapi masuk-masuk, saya kembali dikagetkan oleh pameran seni rupa yang ada di sana (seni lukis). Kecil dan sederhana memang, tapi gambar-gambar tersebut mewakili seniman jogja yang berteriak ingin didengarkan. Saya harap, lebih banyak orang yang mendengarkannya
Interior garden café ini juga sangat unik, tiap cornernya punya nuansa yang berbeda; ada yang bernuansa ruang keluarga, ruang makan, ataupun ruang kongko biasa. Saya suka the idea of having a huge tree as a center, dan ada jembatan yang memutarinya. Lucu sekali! Worth to try! Dan sebenarnya ada beberapa kafe lagi yang ingin saya kunjungi disana, seperti K-meals (terkenal akan pizzanya) dan coklat monggo café (who doesn’t know about this brand?!:p), tapi sayangnya waktunya tidak memungkinkan. Mungkin kamu mau melanjutkan perjalanan saya yang tertunda tersebut, to just visit by those places?

Pada liburan di minggu selanjutnya, saya berhasil memaksa salah satu sahabat saya untuk berkeliling museum di Jogja. Tujuan pertama dan utama saya adalah Museum affandy. Bagaimana tidak, saya tujuh belas tahun tinggal di jogja dan saya belum pernah menginjakkan kaki sedikitpun di museum tersebut. Biaya masuknya cukup murah, yaitu Rp 10.000,00 jika membawa kartu pelajar. Terdiri dari 3 ruangan pameran, saya disuguhkan berbagai seni lukis yang indah. Kadang, saya bahkan tidak bisa menerjemahkan apa yang sedang digambarkan oleh para pelukisnya (affandy dan keluarga juga kerabatnya). Setelah selesai berjalan-jalan di sekitar museum, saya berkeliling area luar museum. Indahnya, dengan pepohonan yang rindang dan exterior yang juga indah. Pasti di masa kejayaannya dulu, museum ini lebih menarik lagi.
Setelah dari museum affandy, saya beranjak ke museum vedeburg. Sebenarnya, bukan vedeburgnya lah yang menjadi tujuan saya, melainkan tugu satu maret. Dengan bersusah payah menerobos pagar (gerbang utama digembok, dan saya tidak memanjat pagar!;p). disana ada beberapa pemain skateboard yang sedang latihan skill dan beberapa bapak-bapak yang membersihkan taman. Saya hanya duduk-duduk di rumput. Angin sedang baik-baiknya, sayajuga dimanjakan oleh sejuknya udara di siang itu. Pohon-pohon yang rindang dan nyanyian dari kendaraan yang lalu lalang seperti meninabobokkan saya. Tak terasa, saya bahkan sampai satu setengah jam berada di taman itu!
Destinasi ketiga adalah Monumen Jogja Kembali. Saya beberapa kali kesini dan selalu suka dengan luasnya taman dan area luar dari monument itu sendiri. Dan ternyata tidak hanya saya yang suka dengan bagian luar monjali, terbukti dengan adanya taman lampion yang juga menggunakan area luar monjali. Ada berbagai lampion yang terpasang sepanjang jalan. Walaupun sore itu lampion belum dinyalakan, tapi saya tetap bisa menikmati beragam bentuk lampion-lampion tersebut. Di sekitar kolam terdapat beberapa bench where we can just lay on and do nothing. Perfect thing to end the day, also end the trip 


i've upload all of the pictures on facebook. curious enough? please see them on my facebook:)

No comments: