Sejak taun lalu, aku lagi belajar untuk menamai emosi dengan lebih baik. Harapannya, kalau tau emosi yang benar-benar dirasakan, kemudian bisa mencari solusi yang terbaik. Dulu tiap ada perasaan negatif diantara aku dan pasangan (or siapapun sih), aku akan tanya: kamu marah ya sama aku? sekarang agak ada kemajuan, aku cari tau kira-kira emosi apa ya yang dia lagi rasain, lalu dikonfirmasi ulang ke orangnya 🤣 it has a lot of things to do with being empathetic too. kadang mungkin kecewa, kadang marah, kadang simply ngga nyaman atau ngga setuju. kalo ditodong 'kamu marah engga', seringnya dia jawab engga, karena mungkin emang bukan marah but we both didnt care enough what it was wkwk. kalau agak lebih mendekati emosi dia sesungguhnya, seringnya dia mau lebih terbuka untuk diskusi saat itu juga 🤣
Monday, January 6, 2020
Tilik Emosi
Sejak taun lalu, aku lagi belajar untuk menamai emosi dengan lebih baik. Harapannya, kalau tau emosi yang benar-benar dirasakan, kemudian bisa mencari solusi yang terbaik. Dulu tiap ada perasaan negatif diantara aku dan pasangan (or siapapun sih), aku akan tanya: kamu marah ya sama aku? sekarang agak ada kemajuan, aku cari tau kira-kira emosi apa ya yang dia lagi rasain, lalu dikonfirmasi ulang ke orangnya 🤣 it has a lot of things to do with being empathetic too. kadang mungkin kecewa, kadang marah, kadang simply ngga nyaman atau ngga setuju. kalo ditodong 'kamu marah engga', seringnya dia jawab engga, karena mungkin emang bukan marah but we both didnt care enough what it was wkwk. kalau agak lebih mendekati emosi dia sesungguhnya, seringnya dia mau lebih terbuka untuk diskusi saat itu juga 🤣
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment