Thursday, July 7, 2011

become a medstudent

aku inget banget, waktu smp, aku sering banget pulang sekolah naik bis dari sebrang sekolah, langsung ke rumah sakit, jenguk bude yanti yang lagi di rawat di ruang cendrawasih, atau kalo cendrawasih habis, biasanya ke ruang kusuma atau cempaka. bude adalah pengidap kanker payudara stadium 3. salah satu payudaranya udah diambil, tapi kanker terlanjur nyebar ke hampir seluruh badan bude. benjolan demi benjolan bude temui. bude terus menjalani kemo terapi, sampai bude memutuskan untuk membabat habis seluruh rambutnya, karna baginya melihat rambutnya rontok lebih menyedihkan daripada melihat dirinya sendiri tanpa rambut.

sampai saat itu, aku nggak pernah terpikir untuk menjadi dokter. aku cuma ingin kerja di kantoran, punya gaji besar, bertemu banyak orang, dengan baju yang modis dan dikelilingi banyak teman di ruangan dan hidup yang melegakan. tapi sebenarnya, tanpa aku sadari, aku suka sekali rumah sakit. suka dnegan keramah tamahan perawat, mata berbinar-binar dari pasien-pasien yang bahkan mungkin sudah divonis tidak akan hidup lebih lama lagi, semangat dan ilmu yang dibawa dokter untuk membuat keadaan lebih baik, atau bahkan bila tidak benar-benar lebih baik, untuk membuat keadaan terlihat lebih baik. i really really like hospital for sure.

pada akhirnya aku sadar, bahwa sebagai manusia aku belum bermanfaat. dan jadi dokter..., sampai sekarang buat aku, menjadi dokter adalah pekerjaan yang akan membuat aku menjadi orang yang lebih bermanfaat. aku tau, pekerjaan lain pun sebenarnya bermanfaat juga, di bidang masing-masing. cuma aku suka ini! sama aja kayak orang yang lagi suka-sukaan. kita nggak pernah bener-bener tau apa yang bikin kita suka sama orang itu, tapi kita tau apa yang kita suka dari orang itu.
aku suka pekerjaannya; menolong orang, membantu Tuhan menyalurkan obatNya, bertemu banyak orang, memberi harapan. aku suka belajarnya; human body, penyakit, cara penyembuhan, biokim, well i basically love reading, a lot!


and how did i get here?

yang jelas awalnya aku tau apa yang aku pengen. ada orang yang bilang ini mimpi, visi, tujuan, atau apa pun orang menyebutnya; tapi ini sesuatu yang aku pengeeen banget capai, dan aku usahakan. kelas 1, aku sempet dapet ranking 28. aku nangis sejadi-jadinya. gimana enggak, waktu smp aku nggak pernah keluar dari 10 besar. tapi aku sadar, aku sering banget bolos, dirumah jarang banget belajar, dan emang studi bukan tujuan utamaku saat itu. aku bener-bener pengen mengeksplor diriku, pengen tau masa-masa indah sma itu kayak apa. dan emang indah.
lalu kelas 2, aku udah mulai sadar. lama-lama rankingku naik jadi masuk 20 besar. itu aja aku udah bersyukuuuurrr... banget! padahal aku tau, itu nggak ada apa-apa nya. aku mulai pilih-pilih jam bolos dan sering pulang pagi--pulang pagi disini itu sebelum jam 4 maksudnya.terus dirumah belajar.. tapi aku nggak pernah bisa masuk 15 besar saat itu.
dan kelas 3, aku mompa belajarku. aku nggak ambil bimbel untuk harian, aku les privat untuk matika, fisika, dan kimia, masing-masing satu kali. aku nyesel nggak ambil biologi juga, karna bahan uan dan snmptn itu beda sama yang biasanya diajari ibu guru, dan kalo mau jago ya harus hapal buku cetak atau diajari guru les. aku ambil bimbel tiap hari minggu aja. aku tidur pernah sampai 4 jam sehari, lalu 5 jam sehari, sampai uan. aku pagi bangun jam 2, sholat, belajar, shubuh, sarapan, mandi, berangkat sekolah, pmkt (latian soal), sekolah, istirahat kadang aku pakai buat curi waktu buat tidur di uks, terus pulang, ngerjain pr atau tidur, terus les, magrib, makan, isya, belajar sampai jam 10. aku punya byku soal2 semua mapel dari 2 publisher yg berbeda, aku habisin satu paket 6 mapel dari satu publisher sebelum uan. aku kerjain juga lks detik2 uan yang sayangnya belum habis, padahal 75% soal-soal uan yang keluar pasti ada di lks itu, atau at least disinggung di lks itu. lalu 6 mapel soal-soal dari publisher yang satunya aku kerjain abis uan, aku juga beli soal2 snmptn 5 taun, dan soal2 matematika yang bagus banget dari sebuah bimbel, tapi sayangnya juga belum habis sampai aku selesai belajar untuk snmptn:"(

hasil dari semua usahaku itu, alhamdulillah hasilnya memuaskan. ranking dari try out intern atau ekstern alhamdulillah masuk 50 besar, bahkan 20 besar pararel. ini bukan untuk menyombongkan, tapi aku cuma pengen orang tau, bahwa nggak ada yang nggak mungkin, bahwa aku pun dari ranking 8 terendah di kelas bisa masuk 20 besar teratas di sekolah atau bahkan di sebuah try out ekstern. aku selalu merasa kalau aku cuma beruntung dapat ranking segitu, karna kalo orang tanya, aku belum tentu bisa jawab. dan aku bersyukur, aku seberuntung itu. anw, beruntung itu juga diusahakan lho!
setelah uan selesai aku fokus snmptn lagi, aku takut nggak lolos undangan, walaupun aku tau aku nggak punya banyak kesempatan juga. saat menunggu seleksi undangan tidurku udah bisa 6 jam sehari. semenjak selesai uan, aku ikut bimbel intensif setiap hari sampai snmptn, bekal persiapan kalau aku nggak lolos undangan. lalu seleksi undangan diumumkan, dan aku memang enggak lolos. disaat banyak sekali temen-temenku yang lolos, aku drop. pada saat mbuka hasilnya emang biasa aja, tapi sehari setelahnya, bangun pagi dan ngerasain gimana nyatanya hasil seleksi itu, aku mulai nangis. tapi langsung nyari temen untuk mencambuk semangat ku lagi. untung ada lala, tia, sandy dan cici yang terus bikin semangat.
sama aja kayak waktu sekolah, aku bangun jam 3, sholat malam, belajar sampai shubuh, lalu belajar lagi, terus mandi, les, abis les istirahat makan siang sholat, belajar lagi, sholat, belajar, magrib, makan, belajar sampai jam 10. gituuu terus. jenuh? jenuh banget. setaun aku belajar kayak gitu. bahannya sama aja, soal-soalnya gitu2 aja, tapi aku belum bener-bener jago. jelas banyak yang jauh lebih jago dari aku. dan kesempatan ini cuma sekali seumur aku hidup. jadi aku nggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, sama sekali. aku pernah ditolak sekali, dan jujur aja aku nggak siap ditolak untuk kedua kalinya. aku terus berdoa agar aku diterima, karna doaku dulu adalah diikhlaskan atas keputusan apapun itu. ya, aku emang ikhlas setelah itu, tapi aku ingin diterima, jadi aku berdoa terus untuk diterima.


dan alhamdulillah aku diterima. di sekolah kedokteran di perguruan tinggi negri ternama di kotaku:)
dreams do come true. dreams do come true. make your own dream, make it come true with your own way:)

No comments: